Multipotentialites

Tulisan tentang manusia tipe personaliti multipotensi.

Geody Gantira
Aug 25, 2017 · 6 min read

“Kalau udah besar, mau jadi apa?”

Pertanyaan yang mungkin sering didengar ketika kita semua masih kecil, dan pada waktu itu kita akan menjawab satu pekerjaan atau karir yang menarik dan menantang bagi kita. Pada saat diriku masih kecil, akupun dapat menjawabnya dengan mudah. Namun, setiap pertanyaan itu muncul kembali, jawabanku akan selalu berbeda, tidak sama.

Ketika aku menemukan sesuatu yang menarik bagiku, rasa semangat untuk mendalaminya akan sangat tinggi dan membara, sehingga aku akan mendalaminya dengan sangat intens. Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai bosan dan meninggalkan hal tersebut. Lalu aku menemukan hal lain yang menarik bagiku lalu rasa semangat itu kembali muncul dan aku akan mendalami hal tersebut, dan lama kelamaan api semangat itu mengecil dan menghilang, dan aku tinggalkan.

Mencoba menganalisis diri sendiri, aku menyadari akan 2 hal :

  1. Tidak Dapat Fokus Pada 1 Hal
    Ketika aku sedang mendalami satu hal yang spesifik, aku tergiur dengan hal yang menurutku menarik lainnya. Sehingga alih-alih aku kembali mengerjakan satu hal secara 100% , aku mengerjakan dua hal 50–50. Rasa sedih, frustasi pun muncul. “Apakah aku tidak dapat menguasai satu pun?”
  2. Tidak dapat Terikat Pada 1 Hal
    Ketika anda mendalami sesuatu maka anda akan merasa terikat dengan hal tersebut. Seperti Bill Gates, seorang yang sangat ahli di bidang Software Engineering membuat kata ‘komputer’ sangat terikat dengannya. Albert Einstein terikat dengan ‘fisika’. Aku merasakan hal yang berbeda, aku merasa bahwa aku tidak hanya ‘fisika’ saja, aku tidak hanya ‘komputer’ saja, tapi aku ‘fisika dengan komputer’ , ngerti ga?

Dalam kehidupan bermasyarakat, sejak dini kita sudah adanya tekanan sosial untuk menempuh satu jalur dalam hidup kita, dan menjadi menghabiskan sisa waktu kita mendalaminya. Namun, apakah memang kita hanya ‘boleh’ menempuh satu jalur? Hal ini membuat diriku merasa berbeda dengan yang lain dan membuatku merasa sendirian, tidak punya tujuan, dan merasa bahwa ini adalah hal yang salah.

The real question is, apakah memang ini sebuah kesalahan? apakah memang kita hanya boleh memilih satu jalur hidup dan melepaskan jalur hidup yang lainnya?

  1. Dia adalah Leonardo Da Vinci. Seorang pelukis, arsitek, insinyur, anatomist, biologist, humanist, philosopher, dan ahli-ahli lainnya.
  2. Dia adalah Ibn Rushd (Averroes) adalah seorang fisikawan, ahli astronomi, matematika, theologi, dan seorang hakim yang adil

Aku dapat memberikan banyak sekali contoh namun itu terlalu banyak, yang penting dapat intinya, hehe.


Bagi kalian yang merasa bahwa kalian (para pembaca) sama dengan aku rasakan, maka selamat! kalian adalah Multipotentialites.

Sumber : http://puttylike.com/wp-content/themes/ThrillingTheme/thumb.php?src=http://puttylike.com/wp-content/uploads/2013/03/weare.png&h=195&w=540&zc=1&q=95

Apa itu multipotentialites?

Secara bahasa Multipotentialites dapat dibagi menjadi tiga bagian, multi-potential-ites. multi artinya banyak, potential artinya potensi, dan imbuhan -ites artinya perkumpulan atas satu kesamaan. Dari sisi bahasa Multipotentialites berarti sekumpulan orang yang memiliki kesamaan yaitu banyaknya potensi dalam diri.Secara makna multipotentialites adalah orang-orang yang memiliki banyak minat, bakat, dan perhatian yang berbeda-beda dari ranah yang berbeda-beda pula.

Nama lain dari Multipotentialites yang mungkin pernah kita semua dengar adalah polymath, dan Renaissance Person. Pada Abad 14 hingga 17, zaman renaisans adalah zaman dimana perubahan gerakan budaya yang memengaruhi eropa. Pada Zaman Renaisans, seorang yang memiliki banyak kecakapan sangat di agung-agungkan (mungkin kita hidup di zaman yang salah, hahaha), seperti Leonardo Da Vinci, Issac Newton, contohnya. Hal tersebut terjadi karena cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga kemampuan untuk menyerap segalanya sangatlah diperlukan.

Advantages

Multipotentialites secara umum akan memiliki banyak kelebihan, kelebihan-kelebihan tersebut hanya dimiliki oleh multipotentialites saja,

Idea Synthesis

Idea synthesis, adalah sebuah keahlian untuk mencampurkan 2 bidang atau lebih, dan menciptakan sesuatu yang baru diantara 2 bidang tsb. Bidang yang di ‘sintesis’-kan bisa apa saja, tidak harus terkait. Bahkan keterkaitan itu yang dapat dimunculkan oleh seorang Multipotentialites.

Kemampuan ini dibutuhkan oleh seorang Manager, CEO, Artist, Engineer dan profesi-profesi lainnya. Karena untuk seorang Manager, CEO, dan Engineer diharuskan untuk dapat mencetuskan ide-ide atau karya baru yang dapat memajukan teknologi dan tidak kalah dalam persaingan.

Rapid Learning

Rapid Learning adalah keahlian untuk mudah mempelajari hal. Hal ini terjadi karena beberapa faktor :

  1. Senang
    Rasa senang untuk mempelajari hal baru adalah ciri khas seorang Multipotentialites. Karena besarnya rasa minat untuk hal-hal baru, memudahkan seorang Multipotentialites untuk mendalami hal tersebut.
  2. Terbiasa
    Seorang Multipotentialites karena sudah terbiasa untuk mempelajari hal baru, membuat seorang Multipotentialites terbiasa untuk menjadi seorang pemula. Hal ini sangat menguntungkan ketika mempelajari hal baru karena akan dengan sangat mudah untuk mempelajarinya.
  3. Zona Nyaman
    Seorang Multipotentialites sudah pasti akan selalu mencoba hal-hal yang baru, sehingga seorang Multipotentialites lebih berani untuk bereksperimen, dan mau untuk keluar dari zona nyamannya.

Rapid Learning sangat berguna untuk seorang multipotentialites dimana dia dapat dengan mudah mempelajari hal dan melompat dari satu hal ke hal lainnya.

Adaptability

Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan, dan menyeseuaikan diri dengan kondisi sekitar. Hal ini muncul karena 2 hal diatas, ditambah dengan banyaknya hal yang sudah dia pelajari membuat dia bisa mengikuti keadaan untuk keuntungannya.

Contextual Thinking

Kemampuan untuk berfikir sesuai dengan konteksnya. Kemampuan ini sangat berguna dan jarang dimiliki oleh orang lain. Kemampuan ini memudahkan seorang Multipotentialites untuk memahami masalah dan menyelesaikan masalah sampai ke akarnya.

Leadership

Seorang Multipotentialites cocok untuk menjadi pemimpin. Karena dalam sebuah masyarakat yang terdiri dari kumpulan manusia heterogen, membuat seorang multipotentialites dapat memahami setiap bagian dari masyarakat dan membuat masyarakat pun memahaminya (karena sama-sama saling memahami). Hal ini ditambah Idea Synthesis yang dimilikinya, membuat seorang Multipotentialites dapat memimpin dan mengarahkan masyarakat sesuai dengan keinginan dia, dan masyarakat.


Disadvantages

Dari semua kelebihan-kelebihan ini membuat seorang Multipotentialites seperti manusia sempurna! Tetapi tentu saja setiap manusia memiliki kekurangan, dan multipotentialites salah satunya.

Bosan

Bosan! bosan adalah musuh untuk setiap multipotentialites. Rasa bosan ini muncul karena antusiasme yang turun seiring berjalannya waktu, dan melakukan hal yang repetitif. Seorang multipotentialites benci hal repetitif.

Rasa bosan ini bisa saja muncul, karena secara tidak sadar seorang multipotentialites (mungkin) sudah mempelajari hal yang memunculkan rasa ketertarikan pada dirinya. Contoh apabila seorang multipotentialites tertarik untuk belajar yo-yo ketika melihat suatu trik yo-yo, mungkin rasa ketertarikan itu akan hilang ketika Dia telah berhasil menguasai trik tersebut. Hal ini masih bersifat hipotesis karena tidak semua multipotentialites seperti itu.

Distraksi

Seorang multipotentialites dapat dengan mudah terdistraksi. Karena pada dasarnya, semua hal di dunia ini menarik baginya. Hal ini dapat membuat seorang multipotentialites tidak menyelesaikan secara tuntas apapun yang dia pelajari, sehingga menyebabkan frasa ‘Jack Of All Trades, Master Of None’ sangat melekat pada Multipotentialites.

Mencapai Ahli

Untuk menjadi seorang ahli bagi multipotentialites, merupakan hal yang sulit. Karena kita harus menahan rasa bosan, menahan segala distraksi yang ada, untuk mencapai tujuan dari hal yang kita dalami. Ini merupakan masalah berat bagi seorang multipotentialites karena dapat mengalami overscheduling, high stress levels, confusion, paralysis by analysis, feelings of social alienation, purposelessness, apathy dan depression pada puncak kedewasaannya.


Strategies

“Apa yang harus dilakukan?” mungkin adalah pertanyaan yang langsung muncul ketika kita membaca kekurangan dan kelebihan dari seorang multipotentialites. ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh seorang multipotentialites,untuk dapat menghalau kekurangan dan meningkatkan kelebihannya

  1. Fikirkan manfaat dan dampak yang bisa anda dapat/berikan apabila dalam studi berkepanjangan
  2. Tetap mencari! Tetap lah menjadi seorang multipotentialites sejati dan tetaplah meng-explore dunia ini.
  3. Kadang, banyak dari multipotentialites yang ‘menyerah’ dalam mendalami suatu hal, karena merasa hal tsb sudah menjadi batasnya dalam belajar. Padahal bisa saja itu adalah batas yang memang seharusnya seorang multipotentialites tembus untuk mencapai ahli, sehingga jangan pernah menyerah!.

Selamat bagi anda yang sudah mengetahui jati dirinya (sebagai seorang multipotentialites) dan mulai me-embrace hal tersebut pada kesehariannya. Bagi yang belum, tetaplah menjadi seorang seeker untuk mencari jati diri anda sebenarnya, karena pada dasarnya seorang multipotentialites suka merasa sendirian di dunia ini, karena tidak merasa ada yang sama dengan dirinya. So, we get the point.

References :

  1. Multipotentiality: When High Ability Leads to Too Many Options
    https://www.psychologytoday.com/blog/creative-synthesis/201107/multipotentiality-when-high-ability-leads-too-many-options
  2. Multipotentialite
    http://puttylike.com/terminology/
  3. “Why Some Of Us Don’t Have True Calling?” by Emilie Wapnick
    https://www.ted.com/talks/emilie_wapnick_why_some_of_us_don_t_have_one_true_calling
  4. Multipotentiality
    https://en.wikipedia.org/wiki/Multipotentiality

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade