Tunggu!

Terikat, tanganku terikat.
Mulut menutup dengan erat.
Mata menganga tapi terjerat.
Badan terperanjat tapi tetap padat.

Bebas namun terperangkap,
Berusaha bergerak namun takut terlahap,
Tidak bergerak menjadikan ku mangsa yang sedap,
Ah tidak, aku belum siap.

Waktu, memang tidak bersahabat denganku.
Keringat tercurah namun hasil tidak menentu.
Apa, ini? hukuman bagi aku?
Rasa dalam, lebih dalam dari lautan biru.
Rasa tinggi, lebih tinggi dari cakrawala kelabu.

Tapi kenyataan hanya datang sekali,
walaupun realita kesempatan datang berulang kali,
Penyia-nyiaan selalu datang menghantui,
Menemani ku, menghabiskan hari demi hari.

Wahai kamu, yang gundahmu belum bisa ku pandu
Tunggu aku!
Wahai kamu, yang diberi karunia hati yang penuh ragu
Tunggu aku!

Seonggok daging ini ingin mendapatkan lirikmu
Segumpal darah ini ingin mendapatkan curahanmu
sekumpul tulang ini ingin menjadi jawaban bagi pertanyaanmu

Maka tunggu, tunggu kedatanganku.
Tunggu, perubahanku.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Geody Gantira’s story.