apalah lagi
malam mulai terhenyak dalam sunyi, entahlah kenapa rembulan begitu cepat untuk pergi
pekan sunyi,hening merasuki jalanan kota,desir angin melanda pepohonan yang berdiri tegak di sepanjang trotoar,tapi sebentar lagi jalanan ini akan ramai oleh pengendara roda dua maupun roda empat, padahal ini belumlah jam sibuk atau memulai aktivitas,
tahun ini,tahun yang begitu banyak agenda baik diam maupun ramai,ketika ramai ada yang merasa sunyi begitupun sebaliknya,pandangan skeptis seakan berduyun-duyun berteriak dalam jiwanya,
mau dibawa kemana bangsa serta negara ini kedepannya? pemilihan pemimpin sudah didepan mata,tetapi hingga saat ini begitu sulitkah siapa pemimpin yang layak untuk memimpin bangsa ini?
saat ini ketika kebobrokan dipertontonkan,nafsu dinomorsatukan,hingga perang urat syaraf pun mulai terpekik,
kepada para calon pemimpin,kalian adalah calon teladan yang akan diteladani oleh generasi muda kelak,untuk anak cucu kami,
sudah selayaknya lah kalian tidak mempertontonkan kebobrokan yang seakan terus menggerus moral bangsa ini,entahlah memang sepertinya media punya andil dalam menentukan opini masyarakat,
untuk itu,kepada media bersikap “Fair” lah dalam menyusun redaksi berita,tanpa berat sebelah,kabarkanlah jika itu benar atau salah,bukan memutar balikkan fakta yang terjadi hanya demi kepentingan beronggok hati yang tak manusiawi
sungguh,masih ada penghuni negeri ini yang tidak buta melihat itu terjadi,mereka sungguhlah tidak rela jika negeri ini hancur berantakkan akibat ulah sendiri, terkadang asumsi bahwa masih ada politik adu domba itu masih terjadi hingga saat ini, seperti berdiri di atas hitam dan putih.
ketika mereka segelintir bangsa bisa anggun dalam perbedaan opini dan pandangan tanpa harus saling sikut,tanpa harus saling menjatuhkan.
jika berseberangan sudah sewajarnya lah untuk saling memberitahu kelemahan ataupun kekurangan untuk sama-sama diperbaiki serta ditingkatkan.
semoga masih ada di negara ini sikap tenggang rasa,gotong royong yang sepertinya sudah mulai terkikis oleh erosi perubahan,gunakanlah filter yang ada jangan hanya langsung menerimanya,karena ketika difilter maka akan ketahuanlah.
seakan merasa dirimulah paling benar,perkataanmulah paling di dengar,menghakimi sesuatu hanya berdasarkan isu yang belum tentu terbukti kebenarannya, cobalah tanya ~ belum tentu apa yang kamu hakimi itu memang salah ? tuhanlah yang akan menghukumnya kelak jika memang terbukti salah