#SederhanaBerkata: Analogi Kunci


With a changing key, you unlock the house where the snow of what’s silenced drifts. Just like the blood that bursts from your eye or mouth or ear, so your key changes.
Changing your key changes the word that may drift with flakes. Just like the wind that rebuffs you, Clenched round your word is the snow.
Paul Celan

Kunci. Sebuah representasi media perpindahan tempat ke tempat. Analogi perlekatan enzim dan substrat. Manifestasi spesifitas hubungan hidup dan kesesuaian perjalanan.

Kerap kali, manusia disejajarkan pada fase kemanusiaan mereka masing-masing, padahal telah jelas mereka berbeda satu dengan lainnya. Lekukan, goresan dan perjalanan yang dimiliki setiap orang pasti berbeda, unik layaknya kunci.

Kunci secara tidak langsung menerapkan sistem seleksinya terhadap kesesuaian kondisi. Begitu juga manusia, yang selalu mendambakan keselarasan hidup.

Interaksi yang muncul antar individu kembali dianalogi oleh benda bergerigi ini. Hubungan yang memiliki ikatan kuat dengan kesesuaian dan spesifitas yang baik akan bertahan lama jika diniatkan demikian.

Analogi kembali dilanjutkan dengan nilai sendi kehidupan dan kualitas hidup. Kunci yang sukar, bahkan tidak dapat diduplikasi atau dimanipulasi dan dikombinasi teknologi mutakhir, akan semakin ternilai secara kualitas dan nilai ekonomi. Begitu juga manusia, layaknya seseorang yang kokoh berdiri di atas pendiriannya, memegang teguh prinsip proporsionalitas dan kebermanfaatan dalam hidup, peduli terhadap sesama.

Sebuah kunci yang menjadi media terbukanya suatu pintu, diikuti perpindahan materi, hingga nantinya disekurisasi kembali. Manusia hidup, berpindah, berkelana tempat demi tempat, langkah demi langkah, waktu demi waktu dengan spesifitas pengalamannya masing masing. Hingga nantinya kembali, dan terkunci kembali pada alam yang kekal. Dengan kunci yang tak dapat diduplikasi atau dimanipulasi, mati.


Gambar: Kunci Loker No. 063 di Sampoerna Corner, Perpustakaan Pusat UGM. Ditulis ketika esok hari dinanti Ujian Responsi Biokimia.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.