Pic by Davro

Bangun Nak, Kita Sudah Terlambat

(Catatan Seorang Ayah di Ujung Agustus)

Bangun Nak…
Kita sudah terlambat.

Maaf Ayah harus menyuruhmu cepat-cepat karena Ayah telah membuatmu terlambat.

Ayah membuat generasimu serba ketinggalan, karena di saat bangsa lain sudah meluncurkan roket recycle, generasi Ayah masih perang kata-kata tentang bumi yang datar.

Oh ya, roket recycle ini dibuat oleh SpaceX, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk. Ia juga pendiri Tesla, perusahaan mobil listrik fenomenal yang diramalkan mengubah dunia otomotif. Ia ikut mengawasi SolarCity, perusahaan yang ingin mengganti fossil fuel dengan solar energy. Betul, bangsa lain sudah disitu, kita disini sibuk bermain kata. Berdebat dalam platform maya yang dibuat oleh orang muda seperti Mark Zuckerberg atau Jack Dorsey dan teman-temannya.

Mudah-mudahan kamu mengerti anakku, kenapa Ayah mendesak kamu untuk segera bangun.

Generasi Ayah terlalu sibuk berdebat memperebutkan surga dan merasa paling layak mendaptkan kapling terbesar di sana. Bukanlah maksud Ayah mengecilkan pentingnya mengenal ilmu akhirat, namun Ayah sekarang baru sadar bahwa terlalu sibuk dengan urusan itu menyebabkan bangsa kita menjadi penonton saat kita masih hidup di atas bumi ini.

Kita sekarang hanya gemar mengkonsumsi karya orang yang lebih maju, namun tetap mencemooh mereka. Kita juga gemar bertikai karena memuja pemimpin idola kita tapi tak gemar bekerja keras pada saat debat saatnya usai.

Ayah ingin memberi contoh lagi, sebut saja tentang Travis Kalanick. Ia saat ini baru berumur 40 tahun. Idenya yang di sebut Uber, menggoncangkan lebih dari 50 negara hanya dalam 6 tahun! Dan ia mengatakan bahwa ia baru saja mulai mengubah dunia; Ia bertekad tidak akan tunduk pada regulasi negara apapun karena semua regulasi itu sudah ketinggalan jaman.

Bayangkan Nak…Jika kamu tidak cepat bangun, kita semua hanya menonton pertarungan para pengubah dunia seperti Travis dan seterunya! KIta akan menononton dan memuja orang-orang seperti Larry Page, Sergey Brin, Mark Zuckerberg…kita akan menonton hebatnya juga orang Asia bernama Jack Ma.

Dan tanpa kita sadari, orang-orang hebat itu juga makin menguasai aspek kehidupan kita di Indonesa. Orang hebat seperti Jack Ma perlahan tapi pasti akan menancapkan kuku bernama Alibaba, Ali Pay, dan Ali Express ke berbagai sudut negara kita menyusul Facebook, Uber, Google, dan PokemonGo.

Ayo Nak, segera bergegas bangun!

Tinggalkan kebiasaaan generasi ayahmu yang gemar mencemooh dan bertikai dengan saudara sendiri sambil mengelu-elukan pahlawan asing. Ayah akan berusaha agar kamu cepat bangkit dan tidak mengulangi semua hiruk pikuk tak berkesudahan ini.

Karena Indonesia selayaknya tidak hanya menjadi penonton.

(Terinspirasi oleh gambar karya Davro/David Rorimpandey)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.