Smart Money Wave

Inilah adalah pandangan dan pengalaman saya tentang Smart Money Wave atau lebih saya kenal sebagai Fintech

Fintech (Finance Technology) atau teknologi finansial kini mulai digunakan dimana-mana. Penerapan teknologi finansial ini bisa dilakukan pada sektor industri apapun baik industri kecil maupun besar. Dengan fintech semua transaksi bisa dilakukan secara instan dan aman melalui aplikasi yang dikembangkan para pelaku industri yang menggunakan teknologi ini.

Kebutuhan yang paling mendasar untuk menggunakan teknologi finansial adalah kebutuhan untuk melakukan transaksi yang cepat dan tentunya aman. Kita bisa membeli apapun dimana saja dan kapan saja, tanpa perlu membawa uang tunai. Tentu ini akan mengurangi resiko terjadinya kejahatan seperti pencurian dan perampokan. Semua transaksi non tunai ini harus diregulasi dengan peraturan-peraturan keuangan yang berlaku di negara masing masing.

Salah satu teknologi finansial yang paling mendasar adalah Public Ledger. Pernahkan anda melihat buku kas yang memuat catatan-catatan transaksi pengeluaran dan pemasukan uang ? Anda pasti pernah mempelajari ini di sekolah atau melihat para pemilik toko kelontong mencatat setiap penjualan yang dihasilkannya pada hari itu. Public Ledger adalah versi elektronik dari buku kas tradisonal tadi. Perbedaannya publik ledger adalah buku kas induk yang bisa dilihat oleh semua orang yang memanfaatkan teknologi ini. Semua transaksi diberi sandi-sandi (enkripsi) sehingga hampir tidak mungkin diretas oleh siapapun. Agar transaksi bisa tercatat dan berjalan tentunya sandi-sandi ini harus dipecahkan terlebih dahulu secara bersama sama oleh para pemecah sandi. Para pemecah sandi ini mendapatkan bayaran berupa uang digital yang digunakan pada transaksi atau aplikasi tersebut. Public ledger juga bisa disesuaikan penggunaanya sesuai kebutuhan melalui smart contract atau kontrak cerdas.

Uang digital sekarang ini sudah bisa digunakan untuk membeli token listrik,pulsa operator selular, membayar tagihan PAM dan juga ditukar dengan uang fisik yang tentunya bisa anda gunakan dengan kartu Atm, mobile banking dan produk perbankan lainnya.

Para perusahaan startup kini juga mulai menggunakan uang digital ini sebagai penjualan perdana untuk mencerminkan saham atau mendanai proyek mereka. Siapa saja bisa menjadi investor dengan modal yang sekecil kecilnya. Uniknya adalah perusahaan-perusahaan ini mempromosikan pendanaan atau penjualan mereka dengan bantuan masyarakat atau komunitas yang terlibat dalam industri ini. Mereka membutuhkan promosi-promosi melalui jejaring sosial, penulis blog, pembuat video, terjemahan atau dengan melekatkan emblem perusahaan pada profil online para pelaku promosi. Mereka juga mendapatkan bayaran berupa uang digital.

Semua pihak yang berpartisipasi yaitu para pelaku pemecah sandi maupun promosi tidak dibatasi. Semua orang bisa ikut berpartisipasi. Sehingga kegiatan ini merupakan lapangan pekerjaan bagi siapa saja.

Pengalaman saya adalah ketika saya mendapatkan hadiah uang elektronik sebesar 7000 USD pada harga saat itu untuk sebuah terjemahan bahasa Inggris ke bahasa ibu kita. Tentu saja saya sudah menukar sebagian uang elektronik itu dengan mata uang kita Rupiah tercinta dan menggunakannya secara digital.

Saya hanya sedikit menyimpan uang fisik di saku saya dan hampir semua pembelian saya lakukan secara digital.

To be or not to be

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.