Lurus ke Depan

George Michael
Sep 8, 2018 · 2 min read

Kini ragaku berdiri di persimpangan jalan. Kemana kaki ini harus melangkah?
Ke kanan?
Ke kiri?
Atau berbalik arah?
Akhirnya kuputuskan,
Aku berjalan lurus ke depan.

Mengikuti OSJUR hari kedua bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Saya akhirnya memutuskan untuk melepas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lain demi salah satu UKM yang menjadi (salah satu) prioritas saya. Apa boleh buat? Saya hanya manusia biasa, dengan kemampuan dan waktu yang terbatas.

Awalnya, kami mengikuti Rapat Redaksi Mini. Rapat ini merupakan gambaran mengenai proses pemilihan isu yang nantinya akan diangkat oleh Persma. Kami berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai isu yang dibawa oleh setiap orang.

Kami pun mendapat kesempatan untuk mendengar pengalaman dari Menko Kesejahteraan Mahasiswa (Kak Bayu) dan Menko Komunikasi dan Informasi (Kak Oti) yang dulunya (dan masih) merupakan bagian dari Pers Mahasiswa ITB.
Keduanya membahas peran Persma dalam kemahasiswaan, khususnya di ITB. Persma sebagai sebuah media jurnalistik, harus bisa memperjuangkan kebenaran dan bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, Persma seharusnya bisa memberikan informasi yang valid dan meluruskan berita yang beredar.

Dari berbagai hal yang disampaikan oleh kedua narasumber, terdapat satu kesamaan yang menarik perhatian saya, yaitu value. Hingga kini, keduanya masih menjunjung sebuah nilai (value) yang dulu mereka dapatkan di Pers Mahasiswa. Sesuai dengan slogan Persma, "Mencerahkan, Mencerdaskan", baik Kak Bayu maupun Kak Oti masih terus memperjuangkan kebenaran dan berusaha untuk bermanfaat bagi orang lain.

Setelahnya, kami mendapat materi tentang pengumpulan informasi dan keredaksian dalam Persma yang dijelaskan oleh Kak Rifqi selaku Pemimpin Redaksi.

Lalu, kami melakukan simulasi Konferensi Pers. Kami berperan sebagai awak media, berusaha untuk menggali informasi mengenai 3 isu berbeda dari 3 narasumber yang berbeda pula. Kami dituntut untuk kritis dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Meskipun begitu, kami tidak lupa untuk bersenang-senang, dengan menyelipkan gurauan di sana-sini.

Untuk menutup kegiatan OSJUR hari kedua, kami diminta untuk berdiskusi mengenai relevansi jurnalistik zaman sekarang dengan literasi media serta peran jurnalis dalam kemahasiswaan.

Hari kedua pun berakhir. Jari jemari mulai menghitung OSJUR hari ketiga.


George Michael

19918136

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade