PASAR ANDIR DALAM KONDISI MENGAMBANG

Sebuah pasar dapat menggambarkan bagaimana suatu perekonomian berjalan pada suatu daerah

Salah satunya Pasar Andir yang berada di Kecamatan Andir, Bandung ini. Pasar Andir ini secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian penjual, dimana para penjual pakaian (sepatu, baju, dll) berjualan pada pukul 8 pagi hingga jam 4 sore dan berposisikan didalam Gedung Pasar Andir. Sedangkan penjual sayur berjualan dari pukul 4 sore hingga pukul 6 pagi dengan kondisi pasar tumpah jalan karena kurang adanya ruang untuk melakukan kegiatan pasar.

Sebuah pasar yang tumpah ke jalan ini mempunyai sebuah masalah yang nyata terjadi yaitu rendahnya kenyamanan dan kemanan para pedagang yang berjualan di Pasar Andir. Dengan metode Fish Bone kita dapat melihat sebenarnya faktor atau aspek apa saja yang mempengaruhinya dan akar permasalahan yang seperti apa yang dapat mengakibatkan permasalahan seperti itu dapat terjadi.

Fish Bone mengenai Permasalahan di Pasar Andir

Berangkat dari sana, ada aspek-aspek yang mempengaruhi permasalahan tersebut.

Yang pertama, aspek eksternal, dimana maraknya pungutan liar yang tidak jelas fungsi dan kegunaannya dan hanya berupa penarikan dari ‘premanisme’. Sebenarnya ada juga sebuah mindset bahwa berjualan di trotoar atau tumpah ke jalan sendii dapat mengambil lebih banyak keuntungan sehingga mereka sendiri yang memaksa memposisikan sebuah bentuk pasar yang notabennya kurang nyaman

Dari aspek pengelolaan, dapat dijelaskan bahwa tidak adanya tempat khusus untuk melakukan loading barang (Loading Dock) sehingga para pedagang hanya langsung mengangkut dan menurunkan barang didepan kedainya yang menyebabkan kemacetan karena selain sudah dimakannya jalan oleh kedai-kedai adapun mobil yang parkir secara sembarangan

Dari sistem yang turun ke jalan seperti itu, tidak adanya aparat keamanan yang jelas, walaupun sebelumnya ada yang menarik iuran kemanaan dan pedagang langsung terjun untuk menjaga kemanan pasar tersebut.

Penglelolaan sistem elektrifikasi pun masih burut tetap adanya pungutan liar dalam pelaksanaannya, saluran air pun tidak jelas kebenarannya dan kebersihannya sehingga terkadang dapat terjadi banjir di pasar tersebut. Sistem pengambilan sampah pun kurang jelas hampir sama dengan iuran kemanaan dan terakhir harus adanya pembiayaan 4,5 juta bagi para penjual yang ingin membuka lapak penjualan dan hanya diberikan fasilitas sebuah meja

Dari aspek regulasi terdapat beberapa faktor masalah yaitu, tidak adanya aturan yang jelas yang mengatur para penjual sbenearnya bagaiman ahak berjualan dan aturan berjualan disana. Hal tersebut juga dapat diakibatkan tidak adnaya pengelola yang resmi yang mengatur kondisi perekonomian pasar disana

Dari aspek-aspek dan masalah yang telah dipaparkan dapat ditarik akar permasalahannya dimana sebenarnya tidak adanya regulasi yang jelas serta tidak adanya penegak aturan yang jelas dalam mengambil tindakan sehingga nantinya kenyamanan dan keamanan dari dapat terjaga.

Pemerintah harus membentuk regulasi yang jelas mengenai keberjalanan ekonomi Pasar Andir seharusnya berjalan (termasuk yang tumpah ke jalan) dan adanya aparat penindakan yang tegas dan jelas keresmiannya bukan dari oknum-oknum yang tidak jelas.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.