5 : 55


Saya bukan pembaca buku yang baik pada mulanya. Tak pernah tidur pagi hari lantaran semalaman asyik berkutat dengan buku. Tas saya tak sesekalipun berat hanya karena diisi buku-buku yang tebal hingga waktu pertemuan dengan seseorang semakin menjadi jarang, akhirnya ia hanya menjadi bekas kekasih saja. Yang paling berkesan adalah hobinya membaca buku lalu menuliskan pada blog pribadinya. Saya menggemari bagaimana cara ia bercerita, rasanya seperti sedang berdua di meja warung makan sehabis kehujanan, bersama bekas rintik-rintik air yang jatuh dari baju ia mulai mendongeng kesana kemari membawa cerita dari buku-buku yang telah ia baca. Terkadang beberapa tidak saya pahami ketika dahulu belum pernah akrab dengan buku-buku, mungkin saya belum tahu pula pada waktu itu bagaimana asyiknya pembaca mengimajinasikan novel bacaannya.

Setiap yang hadir selalu memiliki alasan. Terkadang hanya untuk menjadi teman dalam waktu kesulitan, guru ketika membutuhkan bimbingan, atau bahkan menjadi musuh untuk mengajarkan pelajaran. Kemudian musik dari Banda Neira bersama teman-temannya menari dengan syadu. I’ll Take You Home..

*Tulisan ini mungkin disebabkan karena rindu kepada seseorang, kurang tidur, tetapi bahagia karena baca buku semalaman.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.