Pernahkah anda menekan tombol snooze ketika alarm anda berbunyi? Atau lebih asyik menonton Youtube daripada mengerjakan pekerjaan yang lebih penting? Atau bahkan anda sering menyantap makanan ringan sambil bermalas — malasan di depan televisi daripada olahraga di minggu pagi yang sudah anda rencanakan malam sebelumnya? Tidak usah malu mengakui, saya dulu juga begitu.
Menunda-nunda waktu memang luar biasa melegakan. Entah apa yang terjadi pada otak kita karena setiap kita menunda-nunda waktu, ada perasaan yang membuat kita ingin melakukannya lebih lama lagi.
You may delay, but time will not — Benjamin Franklin
Kutipan yang sangat kuat dari Benjamin Franklin. Kita bisa menunda waktu sesuka hati kita, tetapi waktu tidak. Waktu akan terus berjalan tanpa menghiraukan apapun. Meninggalkan kita dalam zona nyaman kita kalau boleh saya bilang.
Kemudian pertanyaannya adalah, bagaimana cara menghindari kebiasaan menunda-nunda waktu? Tentu jawaban dari pertanyaan ini akan berbeda untuk tiap-tiap orang. Namun untuk saya, menanamkan mindset bahwa “kita harus melakukan yang terbaik sekarang”, selalu memberikan energi yang positif. Sekarang, bukan lima menit lagi, setengah jam lagi, atau satu video Youtube lagi. Ini menjadi penting karena sekali kita berpikir untuk menunda lima menit saja, terkadang lima menit itu bisa bertambah seenak jidatnya.
Selanjutnya adalah letakkan smartphone dan segera berdiri untuk kemudian segera melakukan apa yang anda ingin segera kerjakan. Isu utama saya adalah smartphone. Saya bisa menghabiskan berjam-jam dengan sahabat mungil saya ini untuk kegiatan yang tidak produktif. Cek twitter, love semua foto di home Instagram saya, lihat story following saya, lihat video “try not to laugh” di Youtube dan lain lain. Jadi untuk saya, segera letakkan smartphone dan segera lakukan apa yang ingin saya kerjakan.
Terakhir, kurangnya motivasi. Jika tidak ada motivasi, tentu kita akan menunda-nunda hal yang seharusnya penting untuk segera kita kerjakan karena tidak ada semangat untuk itu. Jadi, temukan motivasi anda. Untuk saya sendiri, di pagi hari saya akan menyisihkan waktu maksimal satu jam untuk membaca kisah sukses tokoh terkenal, mendengarkan podcast tentang kedisiplinan atau motivasi diri, atau melihat channel youtube yang bergenre memotivasi viewernya. Menghabiskan satu jam untuk termotivasi sehari penuh cukup fair menurut saya.
Jadi bagaimana menurut anda? Masih ingin menunda-nunda waktu berharga anda?

