Persma Tidak Ideal: Masihkah Bisa Bertahan Lebih Lama Lagi?
Persma adalah sebuah organisasi/unit ITB yang bergerak di bidang jurnalistik. Menurut Kak Thoriq Izzah Ramadhan (TI ’16), Persma menjadi tempat bertemu orang-orang seminat, yaitu dalam bidang jurnalistik. Menurut Muhammad Fawwaz (TI ‘17), Persma dapat menjadi tempat orang-orang berkontribusi dalam berdemokrasi di ITB. Selain itu, Persma juga menjadi tempat untuk bertukarpikiran antar anggota yang beda fakultas dan menjadi tempat untuk kehidupan mahasiswa sebenarnya, tidak hanya sekedar belajar.
Namun, Persma bukan satu-satunya unit jurnalistik yang ada di ITB. Boulevard dan Majalah Ganesha juga merupakan unit jurnalistik aktif di ITB. Karena tidak sendiri, keberadaan Persma bukan menjadi yang terpenting. Persma perlu mempunyai rumusan tujuan yang jelas sehingga dapat tetap bertahan walaupun ada unit-unit jurnalistik lain.
Mendapatkan rumusan tujuan Persma merupakan hal yang sulit. Sejarah Persma sendiri belum berhasil dikumpulkan secara penuh dikarenakan kurangnya hubungan alumni-alumni Persma dengan anggota Persma saat ini sehingga dokumentasi Persma sudah tidak lengkap. Kak Michael, PU Persma 2018, mengatakan bahwa mungkin sekarang tujuan Persma sudah berbeda dengan tujuan Persma pada saat baru dibentuk. Tujuan yang berubah-ubah harus dihindari, perlu adanya sebuah rumusan. Sekarang pengurus Persma sedang mengupayakan rumusan tujuan tersebut.
Kak Michael mengakui bahwa Persma masih tidak ideal. Dia menambahkan bahwa pembelajaran jurnalistik di Persma mungkin tidak dapat didapat secara penuh oleh calon kerabat Persma nanti karena ketidakidealan ini.
Persma sedang dalam keadaan rapuh, apakah nanti ada perubahan menjadi lebih baik?
Nuh Theofilus Dwi Putra Hardjowono
16518416