K2EKF Tolak Rencana Gubernur Soal Jaringan Gas

Rencana Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak untuk membangun jaringan gas ke rumah-rumah warga di Kota Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Bontang, ditanggapi Koordinator Kaukus Kedaulatan Energi dan Keadilan Fiskal (K2EKF), M Husni Fahruddin. Menurutnya, rencana membangun jaringan gas ke rumah-rumah warga menggunakan keuntungan participating interest (PI) Blok Mahakam sebesar 10 persen. bit.ly/217NXzf

Seharusnya, kata Husni, hasil dari PI ini diarahkan pemerintah untuk membangun pendapat daerah secara terbarukan, dengan pengembangan di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan serta peningkatan sumber daya manusia.
 “Kalau kemudian gubernur memimpikan membuat jaringan gas, maka tunggulah kehancuran Kaltim, sebab jaringan pipanisasi yang dibangun nantinya akan membutuhkan biaya yang sangat besar dan rakyat dididik untuk manja dengan kekayaan sumber daya alamnya,” ungkapnya. bit.ly/1PPKGxk

Ia menegaskan, gubernur harus diberikan pemahaman, bahwa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2005 tentang dana perimbangan, daerah penghasil minyak dan gas hanya memperoleh 15,5 persen dari penerimaan negara atas eksploitasi migas. bit.ly/1KoHgor

Dengan PP ini, kata Husni, bisa dilakukan perhitungan sesuai data finansial SKK Migas sejak 1997 hingga 2014. Distribusi pendapatan kotor kegiatan eksploitasi Blok Mahakam rata-rata terbagi untuk penerimaan negara sekitar 60 persen, cost recovery 18 persen dan keuntungan kontaktor 22 persen.

Kurun waktu selama 18 tahun terakhir, penerimaan negara sekitar USD70 miliar. Berarti dari Dana Bagi Hasil (DBH) selama 18 tahun terakhir, Kaltim telah memperoleh sekitar USD10,5 miliar. bit.ly/20YlEGI

Setiap tahun Pemda memperoleh USD500 juta atau sekitar Rp6,5 triliun. “Jika PI BUMD (Kaltim) 10 persen, maka disamping memperoleh dana bagi hasil Rp6,5 triliun per tahun, Kaltim nantinya juga memperoleh tambahan pendapatan dari PI sekitar Rp1,6 triliun per tahun,” katanya.
 Namun, ditengah ketidakpastian harga minyak dan gas dan cenderung terjun bebas seperti sekarang ini, maka berimplikasi dengan menurunnya APBD Kaltim dan kabupaten penghasil, yakni Kukar.
 Bahkan bisa disebut bahwa jelas sekali PI tersebut akan selalu menurun karena migas adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
 Padahal disisi lain, cadangan gas blok mahakam menipis dan jika habis maka Kaltim akan menjadi daerah termiskin di Indonesia. “Saya lihat visi Pak Gubernur ini hanya skala proyek mercusuar yang cepat mengeluarkan uang besar, jangan-jangan dengan proyek mercusuar ini ada udang di balik batu karena dekat berakhirnya masa kepemimpinan gubernur iniÿþ,” tandasnya. bit.ly/1TpMNOk
 Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan komitmennya untuk membangun pipa jaringan gas ke rumah tangga sebelum masa jabatannya berakhir 2018 mendatang. “Catat, sebelum masa jabatan saya berkahir, jaringan gas rumah tangga harus ada di lima daerah itu,” katanya.
 Di Kaltim, Awang menargetkan empat kabupaten dan kota akan terbagun jaringan pipa gas, yakni Balikpapan, Samarinda, Bontang dan Tenggarong (Kutai Kartanegara). Tidak hanya di Kaltim, jaringan pipa gas ke rumah warga juga dibangun di Tarakan, Kalimantan Utara. bit.ly/1mGsWfs

Ia mengatakan, ini merupakan komitmennya untuk pembangunan Kaltim, apalagi rencana pembangunan pipa jaringan gas rumah tangga ini sudah disetujui Perusahaan Gas Negara (PGN). “Ini sudah didukung PGN,” kata Awang, Rabu (3/2) lalu. (ami)

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Golden Piping’s story.