Pipa PDAM Jebol, Macetkan Arus Lalu Lintas hingga Gangguan

Pipa sambungan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang, jebol, Selasa (23/2). Akibat salurannya jebol di samping Jembatan Kedungkandang Kota Malang itu membuat arus lalu lintas macet total. bit.ly/1Qx2Tzc

Bocornya pipa jaringan utama itu diduga karena tidak kuat menahan derasnya air dari tandon yang menuju ke pemukiman. Kebocoran ini mengakibatkan air muncrat hingga ketinggian capai belasan meter. bit.ly/1QZRYhZ

Air juga membasahi sebagian rumah yang berada tepat di seberang jembatan. Akibatnya, rumah beberapa warga tersirami air mulai dari atap hingga masuk ke seluruh bagian rumah. Selain itu, air juga membuat para pengendara yang melintasi daerah itu basah kuyup dan harus memakai jas hujan. bit.ly/1mWm4e9

Kontan saja, arus lalu lintas di lokasi itu ikut terganggu dan macet. Selain itu, kebocoran tersebut mengakibatkan ribuan pelanggan PDAM Kota Malang mengalami gangguan akibat insiden jebolnya pipa tersebut.

Sementara itu, Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Kota Malang Teguh Cahyono mengatakan kawasan yang paling terdampak dengan insiden itu hanya sebagian. Di antaranya, Buring, Gadang, Klayatan, Bumiayu hingga Kebon Agung. bit.ly/1QZRZSW

Akibat kejadian itu, ada sejumlah rumah yang airnya mati total dan ada pula yang masih mengalir. Namun volume mengalirnya diperkirakan hanya 50 persen. “Perbaikan pipa itu membutuhkan waktu satu hari. Sehingga, gangguan saluran kepada pelanggan juga akan terjadi satu hari penuh,” terang dia.

Untuk mengatasi hal itu, kata dia PDAM sudah siapkan tangki air gratis. Tangki itu untuk membantu warga yang membutuhkan suplai air. “Ada dua tangki yang kami siapkan,” ujarnya.

Suplai PDAM itu karena dari 145 ribu pelanggan PDAM, sekitar 10 ribu pelanggan terpaksa mengalami gangguan sementara. “Kalau kerugian sementara kami tidak hitung dulu yang penting bagi kami adalah tetap memaksimalkan pelayanan kepada warga akibat insiden ini,” jelasnya.

Terpisah, Direktur PDAM Kota Malang Jemianto mengatakan jebolnya pipa PDAM yang menyalurkan pasokan air ke pelanggan untuk wilayah Buring, Gadang, Klayatan, Bumiayu hingga Kebon Agung yang berasal dari sumber air Wendit itu merupakan kali pertama terjadi sejak tahun 1992 silam.

“ Saat ini tim teknis PDAM masih melakukan perbaikan dengan membongkar beton cor penyangga pipa untuk memasang pipa sambungan yang baru,” tutur Jemianto. pipa hdpe

Dijelaskannya, jebolnya pipa PDAM itu dikarenakan tidak kuat menahan tekanan air yang mencapai 16 bar. Dengan adanya kejadian ini, diperkirakan sekitar 10 ribu pelanggan PDAM bakal mengalami gangguan mulai matinya air hingga volume air yang mengecil. (lil/nov)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.