Black Metal, Sisi Gelap dan Kelam dalam Musik Metal

Good Shuffle
2 min readFeb 13, 2018
Sumber Gambar vice.id

Ditulis oleh Ridzky Rangga Pradana

Di dalam musik metal, terdapat banyak sub-genre yang diciptakan dengan berbagai elemen yang berbeda, tetapi tidak ada yang dapat melebihi hal yang berbau satanisme, pembunuhan, dan rasisme lebih dari black metal. Mungkin terasa ganjil dan terlihat kurang pantas, tetapi sisi musikalitas dari black metal ini tidak dapat dipungkiri, merupakan hal yang paling mudah dikenali dari berbagai sub-genre metal lainnya.

Black metal dikenal dengan beat drumnya yang super cepat, suara ritme gitar yang seakan beradu cepat dengan drum, dan suara vokal seperti jeritan dengan lirik yang membahas kematian, satanisme, anti agama, dan berbagai hal termasuk underground serta tabu. Tapi apakah hal ini membuat musik black metal tidak disukai ?

Pada awalnya, musik black metal merupakan perkembangan dari sub-genre metal lainnya yaitu thrash. Yang memperkenalkan sub-genre ini adalah band pada dekade 80-an, Venom asal Britania Raya dengan album yang berjudul “Black Metal”. Influensi ini semakin meningkat dengan banyak band yang merasa menemukan jati diri mereka dengan musik dari album tersebut, mulailah bermunculan band black metal yang berasal dari thrash lain seperti Bathory, Celtic Frost, Death SS, dan Mercyful Fate. Band-band inilah yang sering disebut first wave atau gelombang pertama dari black metal.

Semakin black metal menjamur luas, ternyata yang paling menerima dan berkembang pesat adalah di daratan Skandinavia atau Eropa bagian Utara, seperti Norwegia dan Swedia yang seakan-akan menggambarkan sisi dari black metal yang penuh hal depresif dan dingin. Pada dekade 90-an, black metal semakin memperlihatkan taringnya. Munculnya band black metal seperti Burzum, Mayhem, Darkthrone, dan Emperor disebut sebagai second wave atau gelombang kedua membuat Black Metal. Beberapa band ini semakin dikenal dengan berbagai ciri khas dan kontroversinya. Bahkan di Norwegia, gerakan-gerakan underground yang tadinya tersembunyi, seakan-akan mendapat kekuatan dan keberanian untuk melakukan aktivitasnya. Contohnya adalah maraknya kasus pembakaran gereja bersejarah oleh para musisi black metal di Norwegia dan Swedia pada tahun 1992 sampai 1996.

Salah satu kontroversi yang paling dikenal adalah kasus bunuh diri Per Yngve Ohlin atau lebih dikenal dengan nama Dead (vokalis Mayhem) yang melakukan bunuh diri pada tanggal 8 April 1991. Mayat Dead ditemukan oleh Euronymous, gitaris Mayhem yang bukannya melapor polisi, malah membeli kamera instan lalu mengabadikan tewasnya sang teman. Kemudian foto itu ditampilkan sebagai cover album live Mayhem “Dawn Of The Black Hearts”. Dalam konsernya pun, band black metal terkenal dengan hal yang di luar akal manusia, riasannya yang seperti mayat atau corpse, aksi panggung dengan berbagai organ binatang sebagai hiasan, bahkan sampai para personil melukai dirinya sendiri. Hal tersebut menggambarkan bagaimana satanisme sangat kental dengan musik black metal. Terlepas dari berbagai hal tabu ini, apakah kamu suka dengan black metal? Atau bahkan terinspirasi untuk menjadi bagian dari black metal?

--

--