Jangan Sedih, Gor.

Disaat teman-teman sejawat sudah beranak 1, ada yang 2, sedangkan diriku masih seru dengan petualangan, imajinasi sendiri yang tak pernah bisa mereka terka-terka.

Diriku yang masih seru tanpa sebuah komitmen paling serius seumur hidup. Mungkin soon, ya soon, komitmen paling serius itu akan aku alami juga.

Sekarang, aku tetap bersyukur, belum menikah, atau mempunyai anak. Karena Allah SWT yang Maha Adil, Maha Perencana yg paling baik akan memberikanku solusi dengan rencana-rencanaNya yang terlampau indah.

Diriku hanya harus bersabar, extra. Tekanan akan muncul tiba-tiba dari segi mana saja. Aku harus siap, karena memang menikah bukanlah tentang 2 orang yang saling mencintai, menyayangi, namun tentang 2 keluarga besar.

Diriku sedang belajar memahami ilmu tentang itu, semuanya tidak ada yang instant, jika sikap dan perilakuku masih buruk dan jauh dari seorang Isteri sholehah, Allah akan memberiku waktu untuk aku belajar.

Jika perilaku dan sikapku sudah mapan, pantas menyandang sebagai isteri yang baik sholehah, insyaAllah, aku percayakan semua pada Allah, hanya Dia lah yang Maha Pengabul Doa, kun fa ya kun, aku percaya sangat. Suatu hari itu akan datang, suatu hari dimana lelakiku datang meminta izin kedua orangtua untuk menjadikanku sebagai isterinya.

Aku tak pernah membandingkan mengapa aku belum menikah, sedangkan teman-temanku sudah, itu tidak boleh, aku tetap harus positif thinking.

Alur cerita hidup seseorang pasti berbeda-beda. Ada yang cepat menikah, ada yang belum didekatkan jodohnya. Apa salahnya? Bukannya tak laku, Allah sedang menyiapkan seorang yang baik budi pekertinya, sholeh amalannya, rajin ibadahnya dan bertanggung jawab menafkahi keluarga kelak. Aku, sangat percaya. Aku tidak boleh membandingkan kehidupanku dengan yang lain. Ini alur cerita hidupku, aku yang menjalani, omongan orang akan aku simpan dan aku jadikan pertimbangan. Bukannya tak peduli, namun setiap orang memiliki labirin dalam hidupnya sendiri, yang harus ia selesaikan sendiri. Jadi, aku akan sangat sibuk mengurus labirinku ini, tanpa harus mengurusi labirin orang lain.

Im happy, always, everyday.