Rajawali Merah Jambu

“Rajawali dari Tenggara;

kesepian menjadi mahkotanya,

taufan dan badai menjadi temannya.

Sekali mengembangkan sayap,

seribu dara bernaung di bawah ketiaknya.”

Utuy Tatang Sontani namanya. Sastrawan Angkatan 45 yang menulis roman, cerita pendek, dan naskah-naskah lakon. Karya-karyanya saya baca pada tahun 90-an, semasa kuliah di Jogja dan pura-pura bercita-cita jadi seniman dengan banyak belajar dan latihan: baca sastra, nulis puisi, pentas teater, pacaran…. Halah, malah ngomongin diri sendiri.

Mau bagaimana lagi. Ini buku memang biografi Si Mamang Utuy Tatang Sontani, yang sedikit banyak mengingatkan masa muda saya. Beliaunya cerita bagaimana mula-mula jadi penulis karena ada gadis tetangga yang mau dibikinnya tertarik dan kasih perhatian pada dirinya. Caranya? Kasih tunjuk kalau dia suka baca, kemudian dia nulis di koran. Sungguh cara pedekate yang cihuy, bukan?!

Lebih keren lagi karena beliaunya itu mula-mula keluar dari sekolah Belanda, di kelas 2 SD, karena tiada suka dibilang inlander. Beberapa waktu kemudian, barulah Mamang kita ini masuk sekolah lagi setelah berdiri Sekolah Taman Siswa di kotanya, Cianjur. Nah, di sekolah baru ini ditanamkanlah yang namanya nasionalisme, jadi tambah-tambah bencilah Pak Sontani sama itu Belanda-Belanda yang sudah bilang inlander.

Masalahnya, itu gadis tetangga baru siswa di sekolah Belanda. Dia dan kawan2 Belandanya betul-betul meremehkan dan memandang rendah pada Sontani. Gabungan cari perhatian dan perlawanan inilah yang mula-mula jadi api kreatifitas Sontani memulai jalannya menjadi penulis.

Kisah awal perempuan dan kepenulisan inilah yang jadi benang merah kisah “Di Bawah Langit Tak Berbintang” ini. Juga soal-soal nasionalisme dan hiruk-pikuk era pergerakan, yang nyatanya tidak bisa lepas dari yang namanya perempuan.

Kalau saja tidak ada Peristiwa 65, cerita Mbah Sontani bisa jadi akan sungguh merah jambu, dengan kisah-kisah cintanya. Gara-gara 65 Utuy Tatang Sontani jadi terasing di Negeri Tiongkok sana, sampai kemudian meninggal di Moskwa. Bagaimana itu ceritanya? Bagaimana hubungan Utuy Tatang Sontani dan Lekra dan PKI dan 65? Silakan langsung membaca ini buku saja.

Like what you read? Give gunawan bs a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.