Semesta Cinta

Kekasih, aku di sini, mendekap setiap kisahmu. Apakah bibirmu atau bibirku, yang bergetar untuk setiap kata, yang luput untuk menangis dan tertawa. Kau bertanya kepada waktu, angin menerbangkan angan, yang memeluk setiap kisah kita, dengan mesra.

Aku di sini untukmu, luruh dalam kisah yang tak habis, kasih yang tak usai. Kecupan panjang di detik yang terus berdetak, jantung usia. Kau bertanya kenangan, hening yang gemetaran di rintik hujan.

Dan tak ada lagi yang lainnya, di seluruh jagat raya. Kudekap engkau, kekasih. Apakah bibirku atau bibirmu, yang menumbuhkan kata-kata, sabana hijau dan bunga bermekaran, sampai tepi lautan.

Kudekap engkau, kekasih. Semesta di luar kata-kata.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.