Tulus.

Bagaimana rasanya ketika kamu yakin dia yang kamu cari, tetapi kamu menahan diri untuk tidak memiliki?
Bagaimana rasanya ketika dia yakin padamu, tetapi kamu tetap harus menahan dirimu agar tidak tersakiti?
Bagaimana rasanya ketika kamu telah jatuhkan hatimu, tetapi kamu harus tetap bertahan untuknya dan untukmu supaya tetap bahagia?
Bagaimana rasanya ketika rasa cintamu semakin besar, tetapi kamu tetap harus bertahan dari semua badai duniawi?
Bagaimana rasanya ketika kamu rasa hampir menyerah, tetapi kamu memilih untuk bertahan?

Jawabannya, “sulit”.

Lalu bagaimana aku bisa menghadapi semua kesulitan itu?

Jawabannya, “ikhlas”.

Bagaimana bisa kamu ikhlas dengan segala drama yang ada?

Jawabannya, “karena kasihku untuknya adalah nyata”.

Aku pernah berkata,

“Bila aku sudah sayang, aku tidak pernah setengah-setengah”

dan benar adanya, aku mampu melewatinya.

Dari rasaku yang nyata, membawaku kepada ketulusan hatiku padanya.

(A. Giyani)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.