Pilihan.

Pernahkah kamu dihadapkan pada pilihan?
Bagaimana jika pilihan itu terlalu sulit untuk dipilih? Tidak semudah a dan b.
Bagaimana jika ketika kamu sudah memilih, tetapi kamu sudah tahu akhirnya seperti apa?
Bagaimana jika pilihan yang kamu inginkan itu tidak salah dan tidak benar, tetapi bisa menyakiti sekitarmu?
Bagaimana jika pilihan yang tidak kamu inginkan itu malah menyakiti dirimu dan dirinya?

Ketika memiliki pilihan tapi kamu tidak bisa memilih inginmu, rasanya seperti kamu diberikan 1000 coklat tetapi punya penyakit gula. Tidak bisa dimakan.

Terkadang aku terfikir, apa yang salah dengan pilihan pertama dan apa yang benar dari pilihan kedua? Begitupula sebaliknya.

Setiap pilihan memiliki resikonya masing-masing.

Mungkin rasa takutku yang begitu besar pada setiap resiko itulah yang membuatku takut untuk memilih.

Aku tidak siap pada resiko itu.

Karena,

Aku takut terluka. Aku takut melukai. Aku takut akan kehilangan. Aku takut dilupakan.

Dalam kehidupan ini, kita harus memilih dan dipilih. Tapi coba tanyakan pada dirimu,

Apakah kamu siap dengan resiko yang ada?

Terkadang pula aku terfikir, apakah dari setiap pilihan ini akan berdampak pada takdirku kelak? Atau takdirku yang akan menentukan pilihanku?

Dari situ aku bertanya lagi,

Apakah kamu percaya takdir dan keajaiban?

(A. Giyani)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.