How does it like, to be a pro programmer? Cerita tentang Dedikasi dan Pengalaman

Saya ingin sekedar menulis tentang apa makna kata ‘dedikasi’ bagi seorang programmer dan berbagi pengalaman sedikit mengenai saya yang telah berkecimpung di dunia komputer selama +- 12 tahun sejak saya umur 9 tahun (berarti kisaran kelas 4 SD). Di akhir artikel, saya akan cerita apa yang saya lakukan selama itu.

Apa dan siapa itu pro programmer?

Kalau kata orang, pro programmer itu adalah orang yang sudah bisa dan biasa bikin ribuan program dengan puluhan bahasa/framework yang berbeda-beda. Tidak perlu kuliah atau sekolah untuk menjadi pro programmer.

Riset dari link ini: https://medium.com/javascript-scene/want-to-code-a-university-degree-might-be-a-huge-waste-of-time-81e1817a2ef0#.jofq5b4ub mengatakan bahwa tidak perlu kita sekolah tinggi untuk menjadi seorang pro.

Lebih baik ngoprek sendiri dan ikut kursus bahasa pemrograman, iseng-iseng ikutan workplace online kayak upwork, freelancer, dll. Toh kalau sudah punya relasi yang banyak nanti jadi perusahaan atau konsultan. Kalau sudah punya perusahaan sendiri ya tidak perlu ijazah lagi. Jadi, ngapain kuliah atau sekolah tinggi-tinggi kalau ujung2nya ga bisa kerja. Mendingan ga usah sekolah nanti ujung2nya jadi CEO.

Bagaimana sih cara menjadi pro programmer?

Sebenarnya disinilah awal dari artikel yang saya tulis, selamat membaca.

Pertama, saya ingin menjawab pernyataan orang-orang mengenai “tidak perlu sekolah” untuk menjadi programmer. Dimulai dari pertanyaan quora sebagai referensi awal jawaban yang saya akan berikan => https://www.quora.com/How-good-were-Bill-Gates-and-the-late-Steve-Jobs-at-programming-1

Anda bilang bahwa tidak-perlu-sekolah-untuk-menjadi-CEO-perusahaan-besar-seperti-bill-gates. Pertanyaan saya adalah, apakah anda yakin kemampuan programming anda setara dengan Bill Gates? Bahkan, apakah anda pernah berpikir bagaimana cara membuat interpreter yang beliau sudah kembangkan? Apakah anda bisa membuat program serupa dengan itu?

Lanjut dengan Steve Jobs, apakah anda seorang visioner seperti beliau? Silahkan nonton filmnya dulu sebelum menjawab pertanyaan saya dan berkata lebih lanjut mengenai mudahnya-mereka-membangun-perusahaan, tinggal-DO-beres.

Apakah mereka pro programmer? YES INDEED, mereka sudah memiliki kehidupan yang hebat dengan perusahaan IT-related mereka. Khusus Steve Jobs, ada yang bilang bahwa dia tidak bisa memprogram dsb. Kalau demikian memang benar, ya so what? Apakah anda bisa seperti Steve Jobs yang memiliki ide produk IT-related sehebat beliau? Perlu dicatat pendapat saya disini

Fase terakhir kehidupan pro programmer adalah membuat ide, merancang program hingga delivery yang baik kepada konsumen atau klien yang mereka miliki.

(Kalau belum setuju dengan pendapat saya diatas, disarankan untuk lanjut baca hingga habis).

Dapat dilihat CEO-CEO startup di indonesia (contoh gampang, B*kaL*pak). Beberapa diantara mereka dulunya berprofesi sebagai programmer atau minimal mahasiswa Informatika. Silahkan telusuri bagaimana perjuangan mereka membangun startup. Tidak mungkin sebuah startup dapat berkembang tanpa adanya perjuangan waktu, tenaga dan biaya yang besar untuk itu.

Itulah yang saya maksud dengan dedikasi. Tidak peduli anda sekolah SD, SMP, SMA, SMK, S1, S2 dan S3. Jika memang DEDIKASI anda itu KURANG, maka anda tidak perlu menyalahkan sekolah yang sedang anda tempuh. Tidak perlu ada statistik atau riset mengatakan bahwa tidak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk jadi pro programmer. Kalau boleh saya berpendapat, ya memang tidak perlu (dan riset seperti itu buang-buang waktu saja). Tidak pernah ada hubungan antara sekolah dengan kemampuan koding, yang ada itu hubungan antara dedikasi dengan kemampuan koding.

Memangnya dedikasi yang bagus itu parameternya seperti apa ya?

Kalau anda memiliki pertanyaan seperti ini, artinya anda menangkap dan mengikuti alur artikel ini. Bagus, silahkan diteruskan dan akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Kehidupan pro programmer selanjutnya

Para pro programmer di kehidupan selanjutnya itu sudah kuat, rata-rata mereka bekerja di perusahaan besar pada posisi terpenting/core IT perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan skill mereka telah berkembang bukan hanya kemampuan koding. Namun juga kemampuan sosial, politik dan telah menggunakan/membuat beragam automated tools untuk memudahkan mereka memprogram.

DRY (Don’t Repeat Yourself) merupakan metode yang sering dipakai oleh kalangan pro ini. Hal ini dikarenakan mereka sudah terlalu sibuk untuk eksplorasi bahasa & algoritma baru untuk sebuah project. Mereka monoton selalu menggunakan framework/bahasa tertentu untuk setiap proyek, kecuali memang diminta client menggunakan bahasa lain atau memang lebih cocok menggunakan bahasa X ketimbang bahasa tersebut.

Bahkan, beberapa dari mereka sudah meninggalkan dunia programming dan beralih ke CEO/CTO thingy (marketing, project management, IT delivery, dsb).

Bagaimana dengan para programmer yang belum mendapat pekerjaan yang baik?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menahan diri untuk tidak memposting keburukan client/bos di forum atau grup programmer. Seriously guys, buat apa sih? Kalau ga suka ya tinggal resign aja kan beres? Ketika anda memposting hal-hal demikian, itu sama saja melempar bumerang ke diri anda KARENA boss is always right dan bisa-bisa saja anda di banned oleh bos lainnya karena memiliki relasi yang dekat dengan bos yang anda hina. Tentu hal ini tidak mau terjadi pada anda kan?

Hal kedua adalah memperdalam terus skill yang ingin anda minati. Terlalu banyak yang bisa dieksplor dari dunia pemrograman (designer, backend prog, mobile prog, project management, dll dll) belum lagi dari dunia informatika (software engineer, data mining, machine learning, security, dll dll) dan dunia client-related (Project Management, Risk Management, Project Finance, dll dll). Berapa lama waktu yang ada gunakan untuk mempelajari secara mendalam salah satu dari dunia tersebut? Apa yang sudah anda korbankan demi untuk mencapai ilmu yang anda inginkan? Seberapa sering anda ngobrol dan ketemu komunitas sesama programmer? Sudahkah anda memiliki teman yang menjadi guru untuk membimbing anda mencapai ilmu yang ada minati? Dan terakhir, sebesar apakah DEDIKASI dan WAKTU yang ada berikan untuk dunia komputer (terutama programming) ?

Anyway, memangnya perlu guru yah? otodidak aja kali, gw kan jago dan mandiri…

Guys, dengan adanya guru itu memotong panjang jalur belajar kita. Guru itu bukan yang menjawab pertanyaan ente di forum programmer (“maaf mastah, nubi mau tanya nich”), guru adalah teman personal/sahabat anda yang mau memberikan ilmunya.

Pilihlah guru yang sudah memiliki pengalaman tinggi dibidang yang ingin anda kuasai. Kalau saya ga ada temen yang bisa dijadikan guru. Itu bagaimana gan?
Ya cari saja lah, di forum anda bisa kenalan dan pilih orangnya. Tentu disini saya berasumsi bahwa anda adalah orang yang supel, sopan & santun terhadap semua orang termasuk kepada calon teman anda.

Intinya, selalu akan ada balasan dari setiap perjuangan dan usaha yang kita sedang/pernah tempuh.

Namun…………

Apabila anda selama 3–4 tahun tidak memiliki penghasilan atau pekerjaan yang memadai, mungkin boleh diatur ulang skala prioritas untuk menjadi programmer. Terlebih kalau yang sudah berumur dan memiliki istri/keluarga. Jangan sampai membaca tulisan ini lalu bilang ke istri, “Kata mas Habibie, jadi programmer itu wajib koding ~12 tahun. Saya baru 3 tahun memprogram, berarti masih 9 tahun lagi”. 
Nanti bisa2 saya dibenci sama istri-istri seluruh Indonesia xD.

Perlu dicatat memang pada akhirnya tidak semua orang ditakdirkan menjadi programmer, apalagi untuk menjadi seorang pro. Setiap orang ditakdirkan untuk memiliki jalan hidup masing-masing dan harus berusaha keras disetiap jalan kehidupan yang ditempuh. Saya sendiri juga merasa bahwa saya belum menjadi pro programmer seperti yang diceritakan diatas.

Terakhir, sebagai disclaimer bahwa tulisan yang saya buat adalah murni observasi dan pengalaman saya berkecimpung di dunia komputer dimulai dari tahun 2004. Masih teringat dulu saya masih belajar PASCAL dan iseng2 membuat web dengan Joomla! (dulu masih versi 1.5, skrg sudah versi 3.5). Masih inget kaskus dan friendster masih salah satu tempat kongkow jejaring sosial paling ramai. Masih ingat dulu netizen menggunakan pakai Yahoo! Messenger dan mIRC untuk live chatting. Dulu masih ramai kasus carding karena belum ada security awareness di Indonesia (internet aja masih susah, apalagi ngomong security :v).

Masih dalam kenangan juga bahwa toko buku di bagian komputer & programming adalah salah satu yang paling ramai dibaca dibandingkan dengan buku-buku lain (beda dengan sekarang yang sudah sepi). Masih teringat juga saya belajar Visual Basic 6.0 dan memiliki 2 buku mengenai bahasa tersebut.

Buku pertama adalah bagaimana cara membuat virus/malware dengan Visual Basic 6.0 (waktu itu belajar sistem registry windows, strategi timing, obfuscation code dangan UPX, obfuscation/secret operation untuk mematikan antivirus, record keyboard, trojan backdoor, dll). Buku kedua adalah bagaimana membangun sistem informasi kepegawaian dangan VB, FoxPro dan Crystal Report dan itu zaman dulu banyak banget bukunya (sekarang sih jelas sudah nihil dan ujung-ujungnya beralih ke web).

Dulu internetan masih pake kabel telfon untuk dial-up dan ga bisa dipake telponan kalau internet sedang jalan. Hingga akhirnya penasaran dengan cara kerja internet dan beli lagi buku-buku berkaitan dengan internet. Setelah dibaca mengerti, akhirnya nyangkut ke security (deface, carding, dkk dkk). Oke ke gramedia lagi dan beli lagi buku-bukunya. Maklum jaman dulu internet susah dan masih mahal, lebih cepet ngerti baca buku daripada googling gajelas karena sedikitnya dokumentasi online.

So much memory at that time, I miss all of them sometimes :’)

Loh kok nostalgia? Sudah dijelaskan di paragraf awal bahwa saya janji akan cerita pengalaman dan dedikasi pribadi selama 12 tahun sejak tahun 2004 untuk dunia tercinta, dunia komputer. Walaupun saya merasa belum menjadi pro programmer, tapi setidaknya saya sangat bangga menyaksikan serta mengikuti dunia programming yang berubah drastis dari desktop-based application menjadi web-based/cloud-based application.

Mudah2an tulisan ini memberi sedikit pencerahan buat kalian para pembaca. Mohon maaf sekali kalau tulisannya berantakan karena maklum baru pertama kali nulis kayak gini lagi. Mohon maaf juga kalau didalam tulisan ini terdapat kata-kata yang menyinggung perasaan pembaca. Saya sangat senang berdiskusi, kalau ada komentar atau pertanyaan silahkan tulis dikolom komentar atau japri ke habibiefaried@gmail.com. Terima kasih atas waktu luangnya untuk membaca tulisan saya.

Terakhir, saya kembali mengingatkan diri sendiri dan pembaca supaya lebih berdedikasi untuk dunia komputer yang memiliki potensi yang tak terbatas untuk kedepannya. Dengan dedikasi yang tinggi, saya percaya bahwa kita dapat membuat dunia yang lebih baik.

Talent is cheap; dedication is expensive. It will cost you your life ― Irving Stone, The Agony and the Ecstasy

Salam

Habibie Faried
habibiefaried@gmail.com
@habibiefaried
CISSP & OSC* Wanna Be

Like what you read? Give Habibie Faried a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.