HMIF, Internship, dan kehidupan mahasiswa IF ITB

Pada hari senin, 27 Agustus 2018, kami berkesempatan untuk mewawancarai kakak tingkat kami, kak Radiyya Dwisaputra sebagai salah satu tugas kaderisasi Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) Institut Teknologi Bandung dan juga sebagai salah satu sarana untuk lebih mengenal kampus ITB, HMIF dan dunia profesional.

Link video : https://www.youtube.com/watch?v=ooW-oilHmnE&feature=youtu.be

Kak Radiyya Dwisaputra sendiri adalah mahasiswa Teknik Informatika ITB angkatan 2015 yang berasal dari Solo, yang membuat kak Radiyya dua angkatan di atas kita. So naturally, Kak Radiyya punya banyak hal yang dia share ke kami dan akan kami coba untuk gambarkan sejelas dan semenerik mungkin di tulisan singkat ini, stay tuned yaa.

Saat ini Kak Radiyya sedang menjabat sebagai kepala departemen Inkubator IT di divisi HMIF, departemen ini bertugas menerima proyek-proyek yang berkaitan dengan IT lalu menyalurkannya ke mahasiswa Teknik Informatika dan Sistem Teknologi Informasi yang bernaung dibawah HMIF.

Sebelum menjabat menjadi kepala departemen Inkubator IT, Kak Radiyya itu anggota dari divisi Marketing yang bernaung dibawah departemen Inkubator IT. Seperti namanya, tugas utama divisi ini adalah memasarkan jasa yang ditawarkan oleh departemen ini. Kami juga sempat menanyakan suka duka yang dialami Kak Radiyya selama menjalani jabatan sebagai kepala departemen Inkubator IT. Satu hal yang ditekankan oleh Kak Radiyya adalah permasalahan mengenai masuknya uang, terkadang ada klien yang lupa bayar jadi harus di kejar-kejar.

Kak Radiyya memiliki banyak pengalaman dalam bekerja internship di perusahaan-perusahaan. Di kampus ITB ini, kami diharuskan untuk mengambil mata kuliah bernama Kerja Praktek (KP) di tahun ke-4 dan salah satu prasyarat untuk mengikuti kuliah itu adalah pernah magang sebelumnya. Kak Radiyya pun sudah pernah magang di Bukalapak dengan penghasilan yang tidak sedikit pada libur semester 6, keren banget kan yaa.

Di Bukalapak, Kak Radiyya magang sebagai Intern Software Engineer, udah cocok banget sama Jabatan kak Radiyya di deperteman Inkubator IT. Nah, kata Kak Radiyya kita gausah takut buat nge-apply internship, karena nanti disana kita gaakan didiemin aja. Awalnya Kak Radiyya ragu untuk bersosialisasi kepada sesama pekerja Bukalapak disana. Kak Radiyya berpikir bahwa kemungkinan besar orang-orang yang bekerja dalam bidang informatika ini akan canggung dan cenderung pendiam, namun ternyata warga Bukalapak sangat terbuka dan banyak menolong Kak Radiyya selama di internship, kita bakal diajarin banyak hal, sampai-sampai orang Bukalapaknya mungkin bakal lebih santai kalo ga kita bantu, wkwk. Tapi emang udah jadi tradisi perusahaan IT gitu buat selalu buka internship, mungkin sebagai salah satu cara mereka buat giving back gitu.

Ohya, ternyata Bukalapak tuh masih dibagi-bagi lagi lho. Jadi waktu kak Radiyya magang di Bukalapak, dia kebetulan kebagian magang di bagian Agen Bukalapak gitu. Udah tau belum Agen Bukalapak itu apa? Agen Bukalapak itu bagian dari Bukalapak yang produk jasanya ngasih kemampuan orang biasa kaya kita bisa jadi agen pulsa, listrik, internet, dll. Nah, disana tuh Kak Radiyya bertugas masuk-masukin agen baru gitu ke databasenya Bukalapak, jadi lebih ke backend developer gitu.

Kak Radiyya juga cerita kalo di Bukalapak, backend developernya biasa pake bahasa Ruby dan pake framework Rails gitu (Biasa dikenal Ruby on Rails). Sebelumnya Kak Radiyya belum pernah pake bahasa itu, tapi untungnya full-timers (read : pekerja) di Bukalapak open banget jadi disana Kak Radiyya dibimbing buat belajar bahasa itu dulu. Balik lagi ke tadi, gausah canggung buat nge-apply internship karena nanti bakal diajarin gitu.

Sebelum Kak Radiyya magang di Bukalapak, pasti kakak kita yang satu ini nge-apply dulu kaan. Nah, Kak Radiyya sempat cerita juga kalo proses penerimaan magang itu mirip mirip sama proses penerimaan full-timers di perusahaan IT gitu. Jadi, kita cari lowongan dulu di web, nge-apply terus nanti bakal ada tes ngoding sama interview. Interviewnya pun dibagi jadi dua gitu, interview teknis sama interview sama HRnya gitu, kalo udah di interview sama HRnya biasanya tanda-tanda udah mau diterima gitu.

Ohya, tes ngodingnya kaya gimana? Kalo intern di Bukalapak kemarin tes ngodingnya kaya tes logika gitu. Tapi denger-denger dari kaka-kaka tingkat lain, sebagian besar interview kerja nanti bakal ngetes soal-soal CP (Competitive Programing) yang liat soalnya aja udah bikin mual, lebih-lebih deh dari soal kalkulus ITB. Jadi banyak kaka-kaka tingkat yang nyaranin buat belajar sama latihan dari sekarang.

Ohya, selain di Bukalapak Kak Radiyya juga pernah magang di startup yang baru banget gitu, pengalaman Kak Radiyya di startup itu kurang menyenangkan karena masih baru banget jadi belum kestruktur rapi gitu, alhasil internya jadi ditinggalin. Sebenernya engga semua startup awal gitu sih, banyak juga cerita magang/kerja di startup awal malah sukses banget, mungkin hanya kebetulan aja.

Setelah baca-baca cerita Kak Radiyya, kita pasti bertanya kenapa kak Radiyya bisa sukses di kampus tercinta ini kan. Nah, kak Radiyya punya satu quotes yang bisa dibilang jadi pegangan hidup Kak Radiyya;

“Tiada Keberhasilan Tanpa Usaha dan Do’a”

Sekarang, Kak Radiyya sedang disibukan sama kegiatan himpunan dan proyekan gitu. Kata Kak Radiyya proyekan itu wadah yang bagus buat belajar skill baru gitu, soalnya proyekan yang kita dapet (atau kita ambil) itu bakal macem-macem, pake bahasa baru lah, pake framework baru lah, atau bidang baru sekalipun. Tapi Kak Radiyya juga pesen ke kita kalo udah dapet proyek jangan lupa kuliah karna harapan orang tua kita ngebiayain kita juga biar kitanya kuliah, wkwk.

Selain proyekan, kak Radiyya juga sedang ikut lomba Software Development dan CTF di event yang deket-deket ini mau dimulai (cari sendiri aja lah yaa). Kalo lomba Software Dev pasti udah pada kebayang kan kaya gimana, nah tapi apa itu CTF? CTF itu singkatan dari “Capture The Flag”. Flag disini bukan bendera beneran yaa wkwk, tapi flag disini tuh istilah di computer security gitu, lombanya pun deket-deket ke security-enkripsi gitu, dengan kata lain Hacker lah yaa wkwk.

Setelah ngobrol panjang lebar sama Kak Radiyya tadi, kita belum selesai nih, kita juga sempet ngobrol-ngobrol tentang SPARTA. Hah, apa itu SPARTA? Jadi, sparta itu nama kaderisasi HMIF gitu, kita sempet ngobrol SPARTA tahun Kak Radiyya dulu gimana, pengalaman apa aja yang didapet dan lain-lain.

Terakhir, ada beberapa pesan yang dikasih oleh Kak Radiyya. Pertama, jangan lupa buat explore sendiri tentang dunia IT dan jangan malu buat coba-coba ikut lomba dari sekarang. Komunitas HMIF juga membantu kita dalam mengasah kemampuan kita di bidang informatika secara spesifik dan sangat menunjang untuk perlombaan maupun internship nanti. Kedua, jangan ngilang kalo ada tugas kelompok karena selalu aja ada yang kayak gitu dan itu ngeselin banget buat yang ditinggalin, selain itu, di Labtek V ITB ini sangat menjunjung tinggi kejujuran, jadi kalo kita ga ikut bantu ngerjain tugas kelompok ya nilai kita bakal nol. Dan yang ketiga adalah tetap semangat dan kerja keras dalam mengerjakan tugas perkuliahan ini, kita tidak bisa menawar-nawar pada dosen mengenai spek dan deadline tugas yang diberikan, so kita harus berusaha semaksimal mungkin dalam mengerjakannya.

Kelompok :

1. Willy — 16517334 — IF

2. Kevin — 16517049 — IF

3. Rayza — 16517392 — IF

4. Rakhmad — 16517332 — IF

5. Riandi — 16517368 — IF

6. Alfian Maulana — 16517235 — STI

7. Astha — 16517369 — STI

8. Firdausi Aditya — 16517120 — STI

9. Hafidh — 16517164 — IF

10. Jeremy— 16517094 — IF