Perpisahan Tanah Karena Langit

Sefilosofis hujan yang turun sore itu, dua buah pot kuning dan merah menjadi wadah ciptaan tuhan yang kau tanamkan lebih dari yang kau rasa.

Setulus mata yang terpandang oleh retina malam itu, membelah sunyinya malam mencoba tuk menjalani jarak yang menghadang cukup tuk mengambil alih diri ini dari kabut gelap.

Lalu kau dengan paksa menggali lubang untukku bersemayam, terang saja ku menolak dan kau tetap tak memberkan pilihan, bukan ku tak berakal saat ku terjun kedalamnya, hanya logika ini tak mampu mengizinkannya.