Man shobaru zhafira. Ini adalah tulisan kedua yang menjadi pegangan hidup dan ini hanyalah sebuah opini pribadi saja. Mungkin bisa di lihat tulisanku yang pertama tentang 3 kalimat sakti yang menginspirasiku selama ini, tulisan pertama berjudul Man jadda wa jada bisa dilihat dan dibaca dulu dan ini merupakan kelanjutannya.
Man shobaru zhafira, jika diartikan dapat berarti “Siapa yang bersabar pasti akan beruntung”. Sebuah janji ketika kita mendapat sebuah musibah atau ancaman yang sedang melanda diri kita sebaiknya harus membentengi diri dengan sikap sabar. Sebenarnya sabar itu tidak ada batasnya, kenapa? Karena tingkat kesabaran manusia itu berbeda-beda maka tidak bisa diukur sejauh mana batas kesabaran itu. Seperti contohnya sebuah musibah mengenai orang-orang yang berbeda tentu mereka dalam menyikapinya berbeda pula, ada yang langsung mengeluh dan ada pula yang langsung go action mencari solusi bagaimana musibah yang di alami itu tidak bertambah buruk. Ada yang mampu bersabar dalam hitungan hari, bulan, tahun, bahkan bertahun-tahun yang ia lewati dalam hidupnya mampu menyikapinya dengan sabar. Itu lah sabar, tidak bisa diukur tapi kita bisa melihatnya dengan mengamati sikap orang-orang dalam menyikapi sebuah masalah.
Jikalau dilihat lebih dalam, kalimat Man shobaru zhafira ini mengatakan kalau kita dalam menghadapi sebuah realita dalam hidup itu khususnya ketika kita mendapat sebuah musibah atau kegagalan dalam hidup harusnya dilandasi dengan sikap sabar. Tapi sampai kapan kita harus bersabar? Karena tentu batas kesabaran masing-masing orang itu berbeda. Disini saat kita mengalami kegagalan oke boleh lah kalau meratapi kegagalan itu tapi dalam hitungan hari atau minggu saja setelah itu ayo mari perbaiki dan mencari solusi jalan keluar terhadap masalah/kegagalan itu. Ketika kita mencari jalan keluar itu tentunya diiringi dengan sikap sabar akan ada sebuah solusinya karena pasti setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Lain halnya jikalau tidak sabar, pasti setiap orang bakal selalu mengeluh terhadap masalah yang menimpanya. Jika seperti itu terus maka sangat mungkin solusi yang dicari bakal lebih sulit karena sikap ketidaksabaran dan sikap mengeluh itu.
Bersambung…