AKU HAMBA DAN HAMPA
Kelanaku kering dalam semesta asmara
Menghimpun riuh gemericik di tengah sahara
Takbir milikiMu bergetar menggema
Tasbihku sejenak berhenti dalam sebuah hipokrisi
Aku hambaMu yang tak lain dengan kehampaan
Tak pernah mengerti pada konstelasi hati dan relasi kuasanya
Membudak tunduk pada waktu dan antara
Lalu tak pernah bertemu dengan entah siapa
Senyap pun tak mengantarkan bagaimana
Aku menjadi roda pada bagian kecil dari alam raya
Layang — layang bintang adalah selatan
Siapa duga kau gemerlap yang mengutarakan?
Aku menghela lebih panjang dan menemuimu
Katakan padaku, siapa tak tersenyum melihatmu?
Kau mengejutkan, mengagumkan pun juga tampan
Imajiku tak berkhayal tentang takdir bertemu denganmu
Kemudian?
Memang meragu tapi tak membatu
Seumpama kelahiran, kau dan aku adalah prematur
Kau lebih cepat dari waktu hingga aku terbata — bata
Apakah aku berhasil mengeja? Lalu bagaimana denganmu?
Tidurlah lelap malam ini — jika kau mau
Jika tidak, tak apa berbuatlah sesukamu
Aku pasti tidur
