Enjoy the Show (Fokus dan nikmati peranmu)

Pernah nonton video dari youtube, kan? Atau, streaming film online lewat laptop bareng temen-temen?

Terus pernah nggak, mem-pause video yang lagi ditonton karna harus ke kamar mandi atau nyari charger?
Pasti lah, kita semua pernah manfaatin tombol penjeda satu itu.

Pertanyaannya: ketika teman atau adik kita yang baru saja datang melihat ke layar gadget kita, bisa nggak dia menerka dengan tepat isi dari apa yang lagi kita tonton?

Atau, dirimu sendiri. Ketika tengah menonton episode drama korea terbaru, dapatkah kamu menebak secara pasti bagaimana ending dari serial tersebut?

Tidak.

Dan seperti itulah kehidupan.

Terkadang kita tanpa sadar melupakan yang telah terjadi sebelumnya, dan hanya terfokus pada satu peristiwa yang dititik berati saja. Yah, seperti orang yang hanya melihat tampilan on-pause dari suatu video tanpa menontonnya sama sekali. Apa yang terlihat detik itu, maka itulah yang mensugesti pikiran. Kita jadi menilai dengan hanya bermodalkan apa yang terihat ketika itu saja; salah-salah sengaja mem-‘pause’ di momen yang kurang indah.

Parahnya lagi, kadang kita juga langsung seenaknya merumuskan akhir cerita. Padahal, kita bahkan tak pernah tahu pasti tentang ending episode kali ini. Ingat, adalah Allah yang menjadi penulis utama bagi skenario kehidupan kita.

Yang jelas, alur kisah kita menjadi lebih spesial dimulai dari detik di mana kita memutuskan untuk mendekatkan diri dengan Al-Quran.

Beberapa dari kita saat ini sedang dalam adegan merangkak-rangkak mengumpulkan hafalan juz pertamanya. Ada juga yang sedang terjebak dengan sekian juz yang telah dihafal namun mulai menguap sebagiannya. Dan ada pula yang sedang adem-ayem saja menikmati hafalan bawaannya; tak mengapa tak bertambah, asalkan terus bermurojaah.

Babak manapun yang tengah ditapaki di sela kerumitan lain yang Allah timpakan, kita harus selalu sadar bahwa yang sedang kita perankan adalah sosok Penghafal Al Quran. Masa iya Sang Sutradara bakal menganiaya lakon satu yang ini? Nggak, lah.

Ketika pikiran-pikiran semisal “Ah, aku kurang apa ya kok qodarnya begini terus?” atau “Aku kapan ya ditolong sama Allah?” mulai berdatangan, jangan sampai berprasangka buruk pada Allah.

Percayalah, ada ‘plot-twist’ seru yang telah disiapkan. Iya, alur cerita bisa saja mendadak berubah. Tak usah menebak-nebak akan jadi seperti apa; husnuddzon billah saja.

Maka tak perlu risau bila sebagai Orang KekhususanNya, kita masih diharuskan menjalani adegan yang kurang menyenangkan hati; entah problema rumah tangga, pertikaian dengan rekan, atau hal-hal yang jadi membuat hidup kita serasa bergenre tragedi. Dan jangan malah mem-pause disitu, apalagi berinisiatif men-‘stop’.

Tuntaskan saja scene-nya. Pasti nanti ada ‘kejutan’ untuk aktor kebangganNya. Karena, aturan main yang berlaku adalah:

من شغله القران عن ذكري ومسألتي أعطيته أفضل ما أعطي السائلين

“Barang siapa yang tersibukkan oleh Al-Quran dari berdzikir dan meminta padaKu Allah, maka Aku akan memberinya sesuatu yang lebih pol daripada yang Kuberikan pada orang-orang yang meminta.” [HR. Tirmidzi]

Keren, kan?

Fokus dan nikmati peranmu, ya

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.