Ditinggalkan #1

Memasuki bulan ke 6 di dunia industri, rasanya kepercayaan diri dalam bekerja lebih meningkatkan, ga tau kenapa rasanya itu seru banget, ya walaupun ada lesu nya, tapi saya jadikan itu sebagai tantangan dalam membangkitkan kembali semangat bekerja.
Oh iya, alhamdulillah saat ini saya bekerja di salah satu software house di Jakarta. Software house itu sebuah perusahaan yang konsen di bidang teknologi, mereka itu membangun dan mengembangkan sebuah aplikasi untuk client. Sedangkan client adalah pihak yang membutuhkan sebuah aplikasi untuk kebutuhan bisnis atau yang lainnya. Di sana saya banyak belajar dan sekaligus meningkatkan soft skill maupun hard skill.
Atas izin Allah swt. atasan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menduduki posisi sebagai Web Developer, yaitu pengembang aplikasi berplatform web. Tapi akhir akhir ini saya merasa sedih karena telah ditinggalkan oleh teman berpengaruh di dalam team, saya sering menanyakan sesuatu yang belum saya pahami kepadanya dan dia memberikan jawaban dengan sabar dan senang hati, saya selalu dihibur olehnya, yaaa walaupun lebih banyak “bercanda” tapi menurut saya itu bertujuan untuk menyegarkan suasana dan pikiran yang mumet karena kerjaan, dan mungkin dia akan selalu dikenang oleh saya dan teman-teman.
Tapi saya sempat berpikir,
Kali ini, saya merasa sedih karena ditinggalkan oleh seseorang, tapi bagaimana kalau saya ditinggalkan oleh Allah karena selalu melalaikan shalat, bermaksiat dan melakukan yang tidak diridhoi oleh Allah, padahal Allah selalu memberikan kenikmatan tiada batasnya. Sungguh saya sangat merugi :(
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi ‘alaa Diinik
Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu
