Ebenezer Howard, Sang Pencetus Konsep Garden City

Hanifah Zalfa
Sep 2, 2018 · 4 min read

Hanifah Zalfa

15417112

Ebenezer Howard merupakan seorang pencetus konsep Garden City yang berasal dari Fore Street, London. Teori perancangan kota yang disebut Garden City merupakan alternatif solusi dari perancangan kota yang seimbang dengan lingkungan yang ideal. Konsep ini merencanakan dan merancang sebuah kota yang di kelilingi oleh sabuk hijau atau area alami hijau lahan pertanian dimana proporsi bangunan kotanya seimbang antara area hunian, area industri, dan area pertanian. Latar belakang adanya konsep ini bermula sejak ditemukannya mesin uap yang terus berkembang menjadi revolusi industri di Britania Raya pada akhir abad 17. Banyak perusahaan dan pabrik membutuhkan tenaga kerja lebih dari desa sehingga mendorong terjadinya proses industrialisasi di kota besar tersebut dan derasnya arus migrasi. Revolusi industri dimulai pada akhir abad ke-18. Adanya pergeseran tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, kini digantikan oleh mesin yang berbasis manufaktur. Peralihan ini menyebabkan perpindahan besar-besaran manusia dari desa ke kota.

Daerah hunian kumuh di Inggris pada abad 18, sumber: http://taapworld.wikispaces.com

Howard merupakan anak seorang pramuniaga yang lahir pada tahun 1850 di Fore Street, London. Sejak kecil ia telah banyak diajari tentang lingkungan pedesaan. Namun, ia tidak memiliki ketertarikan dalam bidang pertanian dan tidak ingin menjadi seorang petani sehinga ia memutuskan untuk pindah ke Chicago, Amerika Serikat dari daerah asalnya di Fore Street, London. Chicago merupakan kota terbesar di Negara bagian Amerika Serikat yang didirikan pada 12 Agustus 1833. Ia tiba saat Kota Chicago sedang tidak dalam keadaan baik. Sebelumnya telah terjadi kebakaran besar yang menghancurkan sebagian dari kawasan bisnis. Howard tiba di saat pemulihan sedang dilakukan pada tahun 1871. Hal tersebut sontak membuka pikiran Howard dan ia melihat regenerasi kawasan tersebut secara langsung, juga melihat daerah pinggiran yang sedang tumbuh pesat. Sejak saat itu, Howard mulai memikirkan cara-cara meningkatkan kualitas hidup penduduk.

Ebenezer Howard, sumber: ebooks.adelaide.edu.au

Saat di Chicago, Howard menjadi reporter koran dan pengadilan. Hingga pada tahun 1876 Howard kembali ke Inggris dan bekerja untuk memproduksi rekaman resmi parlemen. Melalui rekaman debat komite dan komisi itu, Howard tersadar sekaligus frustasi, betapa sulitnya parlemen mencari solusi dari masalah buruh kerja dan perumahan. Sebelumnya, ia telah mengawali mimpinya memperbaiki kondisi hidup masyarakat terutama sekitar tempat tinggalnya disebabkan ia terinspirasi dari visi kota dan masyarakat masa depan yang dilibatkan untuk membawa peradaban baru yang lebih baik. Ia terinspirasi dari novel utopis tahun 1888 karya pengarang Amerika, Edward Bellamy, “Looking Backward” (kisah futuristik tentang Boston tahun 2000). Dari situ ia mulai bertekad untuk membuat Garden City.

Selain bekerja memproduksi hasil rekaman, Howard juga mengamati semua partai, tak peduli berseberangan secara politis, sosial, ataupun keyakinan, yang pasti sebenarnya mereka bersatu dalam satu isu, yaitu membawa arus migrasi yang terus berlanjut dari kawasan pedesaan ke kota-kota yang sudah penuh sesak. Banyak penduduk yang tertarik masuk ke dalam kota. Semua itu didorong dengan adanya iming-iming upah lebih baik, kesempatan kerja, dan aktivitas sosial. Akibatnya kota menjadi semakin penuh sesak. Perumahan, persediaan air, dan drainase tidak memadai lagi. Hingga sewa dan harga-harga barang melambung tinggi.

Hal di atas menyebabkan sisi lain yang terjadi pada desa. Disebabkan tekanan ekonomi, desa menjadi sepi ditinggalkan penduduknya berbondong-bondong masuk ke dalam pemukiman berkualitas rendah di kota. Tekanan ini diperhebat dengan berkurangnya akomodasi hidup para petani di desa. Bekerja dengan upah rendah dan waktu panjang membuat warga hanya mampu menyewa kamar murah, sehingga tak cukup dana untuk membangun rumah baru. Desa menjadi semakin tertinggal.

Urbanisasi menimbulkan petaka bagi kota maupun desa. Di satu sisi desa kekurangan sumber daya manusia yang akan mengolahnya, di sisi lain kota menjadi penuh sesak dan tidak ideal. Akhirnya kesengsaraan bagi mereka yang tak punya cukup uang. Kemiskinan, kepadatan permukiman, polusi industri, minimnya drainase dan air bersih, kekumuhan, praktek penguburan yang buruk, semua itu menjadi penyebab timbulnya penyakit. Wabah kolera pun muncul membunuh ratusan ribu jiwa antara tahun 1831–1854. Tragedi ini menjadi perhatian nasional.

Sejak kejadian itu, secara bertahap diperkenalkan peraturan kesehatan publik dan pengawasan perencanaan bangunan. Howard menyadari, semua pedoman ini hanya berlaku dan mengatur pembangunan yang sudah ada di sekitar kota, tetapi migrasi yang merupakan awal masalah di kota tidak terselesaikan. Ayah empat anak ini melihat bermacam usaha yang dibuat para industrialis untuk mengupayakan kesehatan. Tahun 1884, komisi kerajaan melaporkan kondisi terburuk di permukiman kumuh, hingga pada tahun 1888 sebuah studi mengungkapkan bahwa lebih 300.000 jiwa dari 900.000 jiwa warga London Timur hidup dalam kemiskinan ekstrim. Howard waktu itu mencatat mencakup banyak ragam pekerjaan pada bermacam politik dan teori ekonomi. Akhirnya ia yang tinggal di Letchworth Garden City tahun 1905 dipilih sebagai ketua Garden Cities and Town Planning Federation yang baru terbentuk tahun 1913. Howard menjadi sosok Internasional yang berpengaruh dan menjadi anggota kehormatan Town Planning Institute tahun 1914.

Tahun 1921 ia pindah ke Welwyn Garden City, dimana ia memulai Garden City keduanya. Ia menghabiskan sisa hidupnya di sini hingga wafat pada1 Mei 1928, setelah didiagnosa menderita infeksi dada dan kanker perut. Howard dianugerahi gelar bangsawan Inggris tahun 1927.

Welwyn Garden City, sumber: Google

Daftar Pustaka:

Fatimah, Inayati. Konsep ”Garden City” Solusi Kota Hijau. http://www.academia.edu/4393454/Konsep_Garden_City_Solusi_Kota_Hijau (akses 1 September 2018)

Savitri, A. 2007. GARDEN CITY: Reformasi Sosial Ala Ebenezer Howard. https://anisavitri.wordpress.com/2009/02/18/garden-city-reformasi-sosial-ala-ebenezer-howard/ (akses 1 September 2018)

Hanifah Zalfa
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade