Tiga Ruang yang Dipenuhi Dirinya

Dalam tulisan ini, kau mungkin akan menemukan ruang mirip isi kepalamu, kata-kata dalam ruang ini akan membawamu terus-menerus mengingat seseorang yang tak sengaja kau biarkan masuk ke dalam kepalamu dan mungkin kini kau berusaha ingin melupakannya, walau saya yakin, sebagian tidak.
Jalan Pulang
Di jalan pulang kau temukan dirinya , kau mengingat sekilas senyumnya saat kau ceritakan hal-hal yang kau tahu ia tidak terlalu suka mendengarnya, namun dia tetap mendengarkan, atau mungkin sepasang matanya yang seperti masih berada di depan matamu ketika kau dan dia habis bahan pembicaraan, kalian berdua diam, dan kau temukan cerita lain untuk diceritakan ke temanmu esok pagi, atau mungkin nanti malam lewat pesan singkat, hingga ucapan selamat tinggal ketika kau sudah sampai diantar atau mengantarnya, dan ucapan selamat pergi yang membuatmu tidak ingin pulang pada jalan yang sama lagi.
Kedai Makan
Di sebuah kedai makan, sejumlah kata menyeruak sebagai cerita, ingin semua kau katakan padanya, sampai kau lupa makananmu belum sempat kau habiskan, sampai lupa minum yang kau pesan belum sampai jadi pelengkap hidangan, bahkan kau lupa seorang yang sedang berada di depan atau di sampingmu sedang merasakan hal yang sama, ia ingin habiskan makanannya sekaligus cerita di dalam kepalanya. Kalian berdua adalah penyair yang sedang berlomba merebut giliran berbicara, berlomba-lomba siapa yang bisa menghibur seorang lainnya dengan cerita yang didapat dari jarak dan waktu yang cukup jauh tidak didekatkan, kalian berdua membenci kedua hal itu sekaligus menginginkannya.
Foto-Foto
Kamu mungkin salah seorang yang tidak ingin melihat hasil gambar atau foto yang pernah diambil bersama pasanganmu sewaktu dulu. Seperti melihat dirimu yang lain dalam isi kepala yang berbeda. Kau membayangkan apa saja yang terjadi sewaktu itu, baju apa yang kau kenakan, sedang apa kau disana, atau mungkin jika kalian berdua bersentuhan atau berpegangan tangan, kau membayangkan apa yang kau dan dia sedang rasakan, kau mengingat senyumnya sewaktu itu, sepasang matanya, seperti kau yang sedang memotretnya namun padahal kau sedang berada disampingnya, tidak, maksud saya kau sedang tidak ada dimana-mana. Kau menemukan dirimu seorang diri di ruang lain yang penuh dengan kenangan ini semua.
Setelah ini mungkin kau akan sadar, ketiga ruang diatas akan segera kau tinggalkan, kau akan pulang pada jalan yang berbeda, atau bahkan memindahkan tempat tinggalmu jauh darinya, kau akan melupakan menu santapan di kedai-kedai makan atau kedai kafe yang dulu pernah kalian kunjungi, juga membuang kertas-kertas foto yang mungkin masih kau simpan di dompetmu, di lemari, atau di meja belajarmu, dan mencoba meninggalkan ruang lainnya dimana masih kau temukan dirinya.