Ah Harapan Lagi, Kapan Jadi Kenyataan?

Tentang Osjur, Himpunan, dan Kawan-Kawan

Dari dulu harapan memang sebecanda itu kawan. Ia digaung-gaungkan oleh banyak orang dengan iming-iming agar hidup tetap terarah dan sejenisnya. Namun sialnya, kita diajari untuk berharap tinggi tanpa disertai bagaimana cara mencapainya. Alhasil apa? Ya hujaman realita menembus rapuhnya hati, dan penyesalan pun tak bisa dihindari.

Tapi apalah daya hamba, manusia tak bisa berbuat apa-apa dengan konsep tersebut, akhirnya hanya bisa menyerah dan tetap berharap juga bukan? Seperti yang akan saya ungkapkan disini kurang lebihnya, tentang harapan yang entah jadi kenyataan atau tidak. Khususnya mengenai osjur dan himpunan, semoga bisa jadi kenyataan. Tapi kalo enggak juga gapapa sih, udah biasa soalnya.

Oke, saya mulai pertama dengan himpunan dulu deh. Apa itu himpunan? Idealnya, himpunan itu sesimpel suatu kumpulan objek, yang disini saya batasi sebagai manusia. Lalu mengapa harus berhimpun? Sampai sekarang, jawaban paling mendasar yang bisa saya temukan adalah karena manusia makhluk sosial. Hewan aja membentuk koloni, masak manusia enggak?

Kalo mengenai fungsinya, bagi saya yang utama ada dua, pertama sebagai katalis. Tau katalis kan? Iya, mirip banget kayak yang diajarin di kimia kok. Kalo di kimia, yang dipercepat adalah laju reaksi, di himpunan yang dipercepat adalah laju pengembangan diri. Dan setiap orang punya reaksinya sendiri-sendiri seharusnya, jangan sampai si himpunan ini malah membatasi. Lalu yang kedua sebagai amplifier, contoh gampangnya ya speaker lah. Kalo di speaker yang diperbesar adalah suaranya, di himpunan yang diperbesar adalah dampak terhadap lingkungannya.

Terus harapan buat himpunan yang akan saya masuki apa coba? Ya jangan sampe lupa sama hal-hal mendasarnya aja, udah lebih dari cukup kok itu, gausah muluk-muluk. Terutama, soal kenapa himpunan itu patut tetap ada, ya dari anggotanya sendiri juga. Kalo anggotanya aja udah dengan terpaksa masuk dan menjalani kehidupan di himpunan tersebut, mending bubar aja ga sih? Himpunan ini lahir dari kebutuhan, dan terus ada karena kebutuhan itu dipenuhi dengan perasaan ikhlas dan dibalut kekeluargaan. Makanya, nilai-nilai himpunan tersebut harus terus dijaga dan kebutuhan itu tetap harus ada dan dirasa.

Lanjut ke harapan fana kedua, tentang osjur. Banyak yang bilang, kalo kaderisasi itu adalah nafas organisasi. Artinya apa? Kaderisasi itu penting banget dalam suatu organisasi, ibarat kayak manusia kalo berhenti nafas ya artinya apa? Mati, sama kayak organisasi yang berhenti menjalankan kaderisasinya. Dan disini, osjur merupakan kaderisasi pertama bagi anggota himpunan tersebut.

Jika kaderisasi identik dengan nafas, maka osjur merupakan nafas pertama bagi seorang anggota organisasi tersebut. Ketika kita dilahirkan, apa yang kita lakukan pertama kali? Menangis. Jadi yaudah, jangan heran kalo di osjur seakan-akan kita anak barunya menangis (?) Haha bercanda.

Eh iya lupa harapannya, tapi ngga muluk-muluk juga kok. Wahai kating-kating maha benar, jangan sampe osjur cuma jadi ajang balas dendam ya. Materi dan metodenya juga jangan bertentangan sama yang bakal kita rasain ketika udah di himpunan. Kalau himpunannya basisnya kekeluargaan yang main-main, rame-rame, ya osjurnya jangan dibikin ala-ala timur jauh lah. Jangan lupa make akal sehat ketika ngosjur aja, hehe.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.