Sebelum Terlambat

Hanum Sodikin
Sep 5, 2018 · 1 min read

Ada yang ingin meminta maaf, untuk maaf yang kamu ucapkan waktu itu atas kesalahan yang tidak pernah kamu perbuat. Ialah; aku.

Maaf sudah dengan sengaja mengabaikanmu, mengacuhkanmu, melewatkanmu.

Perhatianmu tidak sedikitpun kutepiskan, hingga wujudku membayang di mimpimu.

Ah, aku terlalu sibuk menerka-nerka seperti apa bahagianya? Tidak punya waktu untuk membantumu membangun bahagiaku, bahagia yang kamu persiapkan untuk kita berdua.

Tangisku adalah hujan di hidupku namun membadai di matamu. Amarah yang kamu tunjukkan atas lukaku menyadarkan satu hal;

Sebelum semuanya terlambat, maukah kamu menerimaku kembali? Memelukku lebih erat lagi? Mengajariku bagaimana cara mencintaimu dengan cara terbenarku.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade