The Law of Attraction in Me

Hany Koesumawardani
Sep 11 · 3 min read

9 Nov 2012

Yang jelas, sebelum digaung-gaungkan oleh Rhonda Byrne dalam buku ‘The Secret’, saya sudah secara tidak sadar melakukannya. Pun jauh sebelumnya, sunatullah tentang aksi-reaksi ini sudah tersurat dan ditemukan seorang hamba Allah, Isaac Newton.

Well, this is part of my experience in ‘The Law of Attraction’. Sepanjang jadi anak sekolahan, dari SD-SMA, pas 17 Agustusan, saya selalu rajin duduk di depan TV. Nonton upacara bendera di Istana. Entah kenapa, tapi derap langkah berbaris Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) itu selalu menarik perhatian saya.

Jadi Paskibraka impian saya (dok detikcom)

Jadi Paskibraka impian saya (dok detikcom)

Saat itu, Mama selalu mendampingi saya dan bilang, “Wuih, bangganya Mama kalau kamu jadi pengibar bendera itu Mbak. Nama Mama sama Papa dipanggil”.

Saat  itu dengan polosnya menyahut, “Memang kenapa pengibar bendera itu Ma?”.

“Ya kan harus pinter kalau mau dipilih Mbak. Itu anak teladan semua lho. Nah, kalau kamu mau ya mesti belajar yang rajin biar pinter, terus bisa ke Istana seperti itu, ketemu dan salaman sama Presiden,” jawab Mama.

Dan impian serta dialog itu selalu berulang tiap tahun pada 17 Agustus hingga saya beranjak ke SMA. Ada ekskul Paskibraka di sekolah saya, SMAN 5 Surabaya. Saya pun tanpa pikir panjang langsung daftar, meski harus diplonco mental dulu sama kakak-kakak kelas, plus latihan bergaya semi militer. Termotivasi karena ada kakak kelas yang lolos Paskibraka meski tingkat provinsi aja.

Singkat cerita, tahun 1999 adalah tahun di mana angkatan saya dipanggil untuk seleksi Paskibraka untuk kotamadya hingga nasional. Saya pun ikut. Tahu apa hasilnya? Saya tidak lolos, Saudara! :D Yap, karena tinggi saya yang kurang. Butuhnya tinggi 160 cm dan proporsional. Saya, kurang beberapa cm dan agak buntet. Hahahaha… anyway, tahun itu saya jadi master of ceremony di upacara bendera sekolah yang kata temen saya, “Suaramu enak kaya pembawa acara di Istana”. Oke, cukup menghibur dalam kekecewaan terpendam, nggak jadi Paskibraka.

10 Tahun Kemudian

Saya sudah bekerja di suatu media online yang terkemuka, sebagai jurnalis. Suatu kali atasan saya meminta saya ke kantor untuk mengisi formulir dan membawa fotokopi KTP. Untuk apa sih?

Ternyata, saya diminta untuk liputan Presiden di Istana. Akhirnya, saya dipercaya untuk meliput di Istana sejak tahun 2010–2011. Dan salah satunya saya meliput Paskibraka di upacara 17 Agustus di Istana. Jadi Paskibraka tak kesampaian, malah meliput di Istana 2 tahun, meliput Paskibraka lagi. Keinginan  yang dulu itu ternyata terwujud 10 tahun kemudian. Apa ini namanya? Subhanallah.. :D

Saya di depan Istana Merdeka

Saya di depan Istana Merdeka

Green Forest

Nah ini cerita yang lain lagi. Postingan saya pada 25 November 2011 lalu, saya membayangkan suatu jalanan yang di kanan-kirinya dipenuhi pepohonan yang hijau dan hutan yang asri saat mendengarkan lagu ‘What A Wonderful World‘ -nya Louis Armstrong pun Rod Stewart.

Hutan yang saya impikan (thenewspapers.org)

Hutan yang saya impikan (thenewspapers.org)

Nah pada 20 September 2012 lalu, saya diberi kepercayaan kantor, lagi-lagi, ke AS, tepatnya ke Atlanta. Nah di Atlanta itu saya menginap di Wyndham Peachtree Hotel, di Kota Peachtree, 30 menit perjalanan dari Atlanta, Georgia. Karena acaranya mundur 2 jam, saya berjalan-jalan di sekitar hotel. Tebak apa yang saya temui? Saya berjalan-jalan di jalanan yang tak terlalu lebar, yang kanan-kirinya  hutan hijau yang asri di Kota Peachtree. Itu ternyata memang jalan khusus untuk mobil golf, pejalan kaki dan pesepeda. Akhirnya, saya ambil foto, jeprat-jepret sana-sini sambil menghirup udara segar. Padahal itu udah jam 9 pagi lho.

Jadi… bermimpilah, dan aksi-aksimu selanjutnya akan membawamu ke mimpi itu.. So, let’s dream!

Bertemu hutan seperti impian di Kota Peachtree, Georgia, AS

Uhuyy… seger lho berjalan-jalan di sini..

Pengen punya rumah kayu seperti di foto itu, dikelilingi pepohonan

Alhamdulillah… rejeki memang nggak ke mana yah :D

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade