Nasi goreng telor pisah atau campur?

Entah sejak kapan, tapi sekarang ini rasanya semakin banyak tukang nasi goreng yang masak dengan telor dipisah(didadar/ceplok). Karena seingat gw dari zaman gw SD sampai SMA setiap beli nasi goreng telornya selalu dicampur.

Gw mulai nyobain nasi goreng dengan telor dipisah itu pas mulai kuliah. Waktu itu sering makan nasi goreng ditempat yang kalau masak super lama sekali, bisa sampai 30 menit lebih.

Dan si bapak penjual nasi goreng ini pernah marah sama gw dan teman-teman, katanya yang bikin lama karena minta telornya di dadar. Setelah besoknya pesan yang telornya dicampur ya tetep aja lama. Sepertinya dia beli dari pedagang nasi goreng lain, semacam outsource.

Entah siapa yang memulai tren ini, sepertinya hal ini dimulai dari pembeli yang minta nasi goreng custom. Setelah gw coba googling ternyata begini hasilnya di wikipedia:

Tukang masak mungkin juga akan bertanya tentang telurnya; dicampur dengan nasi atau dipisah sebagai telur mata sapi (ceplok) atau telur dadar (omelet). Istilah spesial pakai telur berarti nasi goreng tersebut menggunakan dua telur per sajian, satu dicampur dengan nasi dan satu lagi dimasak terpisah dalam bentuk omelet atau ceplok. https://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_goreng

Kecuali kalau pesannya nasi goreng spesial yang telurnya dua, satu dicampur dan satu lagi dipisah. Tapi sekarang rata-rata nasi goreng gerobak, defaultnya ya cuma pake satu telor(karena apa-apa mahal).

Buat gw pribadi, padahal yang bikin nasi goreng itu enak karena telornya dicampur. Telor yang dimasak dan bercampur sama nasi itulah yang membuat nasi goreng terasa gurih. Dan juga telorlah yang menyerap minyak dan bikin nasi goreng bisa jadi kurang berminyak, apalagi kalau telornya lebih dari satu. Gw emang bukan koki, tapi ini kata nyokap yang udah puluhan tahun masak.

Dengan telor yang digoreng terpisah jadinya nasi goreng ga ada bedanya sama nasi yang dimasak dengan bumbu terus dikasih telor dadar diatasnya.

Mungkin maksudnya biar keliatan kalau emang beneran pake telor, apalagi dadar kan lebar tuh, nutupin hampir seluruh diameter piring.

Tapi bukankah enak atau lezatnya nasi goreng itu soal rasa ya, bukan pembuktian lebarnya diameter telor dadar diatas nasi goreng?

Waktu itu pernah sih ga sengaja gw denger tetangga yang komplain sama tukang nasi goreng, katanya ga dikasih telor, tapi abangnya ga ngaku, bisa jadi ini salah satu alasannya.

Mungkin ada pembeli yang kalau telornya dipisah jadi bertanya-tanya, “ini pake telor ga sih?” Padahal pas dimakan bisa keliatan dan kerasa dengan jelas bedanya nasi goreng yang pakai telor dan yang ga.

Tapi, ya balik lagi ke selera masing-masing ada yang suka telornya dipisah ada yang suka dicampur, dan yang punya duit lebih beli yang spesial.

Jadi…pada suka #nasgortelorcampur atau #nasgortelorpisah nih?

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Hardy Slo’s story.