Media harus jujur soal Kedirgantaraan Indonesia!

Hari Sidik
Sep 1, 2018 · 2 min read
Pesawat R80

Saya yakin sebagian besar masyarakat Indonesia tidak sabar untuk melihat pesawat R-80 karya anak bangsa mengudara di langit Nusantara kita. Ya, Akhir-akhir ini PT Dirgantara Indonesia mulai menunjukkan denyut nadinya kembali. Seperti yang kita ketahui bahwa PTDI berhasil memberikan kado terindah untuk NKRI dengan terbangnya N-219 pada 16 Agustus 2017. Lalu disusul dengan crowdfunding untuk turut berpartisipasi mendukung pesawat karya anak bangsa R80. Hal ini membuat paradigma masyarakat bahwa Industri dirgantara Indonesia mulai bangkit dan berharap bisa jaya kembali seperti dahulu.

Namun tahukah kalian bahwa sebenarnya banyak sekali problematika yang dihadapi oleh kedirgantaraan Indonesia? Salah satu problematika tersebut adalah mundurnya jadwal rencana pengembangan Dirgantara di Indonesia. Pesawat N-219 direncanakan selesai pada tahun 2016, lalu dilanjutkan dengan pesawat N-245 dalam kurun waktu 2015–2017 dan dalam kurun waktu 2017–2022 pesawat N-270 yang bisa jadi adalah nama tak resmi dari R-80 rampung. Tetapi apa yang kita lihat saat ini adalah pesawat N-219 baru berhasil terbang perdana pada tahun 2017 dan sekarang masih dalam tahap sertifikasi. Tentu saja hal ini membuat timeline yang telah dibuat menjadi mundur beberapa tahun kedepan.

Media daring serta media televisi saat ini hanya melihat dari satu sisi dari kedirgantaraan Indonesia. ketika N-219 berhasil terbang perdana, barulah media datang menyambangi kedirgantaraan Indonesia, meliput betapa hebatnya kita sudah berhasil membuat pesawat kembali. Tapi di satu sisi banyak sekali masalah yang sebenarnya kita hadapi seperti fakta bahwa adanya kemunduran timeline, masih kurangnya dukungan pemerintah, bahkan SDM kita di bidang kedirgantaraan pun menurun dan perlu adanya regenerasi insinyur-insinyur muda yang memiliki semangat untuk membangun kembali dirgantara. Media seolah-olah memberi ilusi kepada kita semua akan kondisi kedirgantaraan kita yang sudah mulai membaik, padahal hal itu masih jauh dari kata baik.

Seharusnya media bisa memberikan informasi kepada warganet dari dua sisi, baik itu dari sisi positif maupun sisi negatifnya. Mulai dari capaian-capaian yang telah kita raih serta juga permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Dengan jujurnya media dalam memberikan informasi, generasi muda di Indonesia akan semakin tersulut semangatnya dalam memperbaiki serta memberikan solusi atas kesalahan-kesalahan yang terjadi pada generasi saat ini. Sehingga nantinya dari situ masyarakat Indonesia tergerak untuk ikut serta mensupport kedirgantaraan Indonesia demi Indonesia yang lebih baik.

”Hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia, tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lain” — B.J.Habibie

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade