Ilmu Dasar Menghadapi Setiap Tantangan Perubahan Berbisnis

Dalam hal apapun didunia ini sebelum kita melakukan suatu hal kita harus tau dulu ilmunya.

Begitu juga dengan berjualan. Ada ilmu dan tekniknya. Menjadi seorang pedagang banyak hal yang akan kita pelajari nantinya.

Dari bagaimana anda bisa membuat customer journey atau buyer persona.

Bagaimana memahami psikologis audiences anda sendiri.

Bagaimana menggiring traffic yg banyak dan ter-target ke kolam anda.

Dan masih banyak lagi...
Saya akan bahas dilain kesempatan.

Dalam bisnis tidak akan pernah luput dari yg namanya PERUBAHAN!

Terutama dalam hal-hal teknis. misalnya:

Kemarin saya menemukan sebuah platform instagram automation online.

Web platform yang saya maksud yaitu Instapost.

Jika anda belum tau apa itu instagram automation. Instagram automation merupakan cara untuk mengotomatiskan atau mengauto pilotkan akun instagram kita.

Contoh.

Yang biasanya anda melakukan kegiatan follow unfollow, like, unlike, comment pada akun prospek anda secara manual. Dengan instagram automation kita bisa mengotomatiskan kegiatan tersebut sehingga kita bisa fokus kehal lain yg lebih penting.

Menariknya didalam platform instapost tersebut ada sebuah bug/error yg menyebabkan setiap user dari instapost tersebut bisa menggunakan layanannya hanya dengan memasukkan alamat email yg tidak valid alias kalau ditelusuri alamat email tersebut tidak ada. Alhasil kita bisa membuat banyak akun setelah masa trial habis tanpa repot-repot harus memverifikasi alamat email(Oh, mudahnya hidupku).

Menariknya lagi tidak seperti diplatform instagram automation lain yg berjibun diinternet yg juga menawarkan jenis layanan yg sama. Instapost ini memperbolehkan akun instagram yg sebelumnya sudah di gunakan untuk digunakan kembali pada akun baru.

Entah ini semacam bug atau memang instapost sengaja meloloskan akun" instagram yg sudah digunakan sebelumnya.

Kabar buruknya pertanggal 21 Oktober kemarin. Instapost memperbarui layanannya sehingga mengakibatkan celah/bug tersebut tidak bisa digunakan lagi. Alhasil mau tidak mau untuk membuat akun baru diharuskan untuk mendaftar dengan alamat email yang valid. *Duh, tepuk jidad deh.

Buruknya lagi setelah saya telusuri lebih dalam akun instagram yg sudah digunakan sebelumnya tidak dapat digunakan kembali diakun baru. * walah... ceritanya ditendang dari tempat persembunyian

Terpaksa harus memcari lagi instagram automation lain yg bisa menawarkan kemudahannya.

Sebenarnya instagram automation ada dua jenis. Dan kebanyakan instagram automation diinternet semua layanannya berbayar. Mulai ada yg 100K sampai 300K perbulan. Jika anda masih pemula atau baru mulai berjualan dan tidak memiliki modal yg cukup mau tidak mau anda harus menggunakan layanan trialnya.
Nah, disinilah anda dituntut untuk memutar otak anda. Bagaimana caranya supaya semua masalah yg anda hadapi terselesaikan. Karna sebagai pebisnis setiap hari kita akan selalu menghadapi yg namanya sebuah problems atau masalah.
Tapi jika anda tidak kekurangan modal saya sarankan langsung menggunakan layanan berbayar agar tidak membuang-buang waktu anda.

Dalam memulai berjualan anda bisa menggunakan teknik-teknik GRATISAN.

Tapi jika anda ingin PERCEPATAN dalam berbisnis terutama berjualan anda wajib menggunakan teknik-teknik BERBAYAR.

Untuk MENDAPATKAN apa yg anda inginkan TERLEBIH DAHULU anda harus rela BERKORBAN. Memberikan apa yg anda miliki untuk kepentingan bisnis anda terlebih dahulu.


Mari sekarang saya ajak anda untuk menegok contoh lain perubahan yang terjadi baru-baru ini.

Salah satu marketplace terbesar di Indonesia mengubah kebijakan mereka menyangkut dropship. Per tanggal 5 November 2018 si hijau Tokopedia tidak lagi memperbolehkan adanya internal dropshipper.

Internal dropshipper? Makanan apaan tuh?

Jadi begini, biar saya beri contoh untuk mempermudah. Ada customer yang membeli dari Anda misal: sebuah kaos. Lalu, Anda meneruskan order kaos tersebut kepada supplier (penjual pertama). Supplier Anda mengirimkan order ke alamat customer dan nomor resinya kepada Anda.

Ketika Anda sebagai penjual kedua memberikan nomor resinya kepada customer maka akan dianggap tidak valid karena input resi hanya bisa dilakukan satu kali.

Dan itu hanya berlaku ketika supplier memberikan no resi kepada Anda. Dengan kata lain Tokopedia tidak mengizinkan transaksi sesama dropshipper di dalam platform mereka.

Hal ini tentu akan mengancam nasib dropshipper yang selama ini yang menggantungkan nasibnya hanya pada satu marketplace. Tidak heran banyak artikel bermunculan kalau tren bisnis dropship akan segera mati.

Memang tidak ada yang pasti di dunia ini, apapun bisa terjadi. Hari ini marketplace merajai pasar, bisa jadi beberapa tahun ke depan digantikan dengan sesuatu yang baru.

Satu-satunya yang pasti di dunia ini ya ketidakpastian. Begitu juga dengan bisnis. Ada pepatah mengatakan

“Don’t put all your eggs in one basket”

Jangan fokus menaruh keran uang Anda di satu tempat saja.

Anggaplah marketplace itu sebuah kolam, ketika suatu saat kolam ditutup Anda akan kebingungan mencari ikan-ikan Anda.

Maka dari itu lebih baik jika kita bisa membuat kolam sendiri. Dengan membuat kolam Anda bisa punya database customer Anda, sehingga kemana pun mereka pergi masih bisa Anda cari.


Dalam contoh tersebut bisa diambil pelajarannya bahwa dalam bisnis pasti akan selalu ada perubahan terutama dalam hal-hal teknis.

Dan kita harus siap menghadapainya.

Sebagai seorang SALES itu bisa sangat kaya dan bisa juga sangat miskin. Jika anda bisa menjual lebih banyak anda bisa medapatkan jumlah uang yg anda inginkan untuk menghidupi kehidupan anda. Disitulah anda akan kaya. ~brian tracy

Semuanya bergantung dari effort/usaha dan doa yg kita lakukan.


KEEP FIGHTING...

KEEP DIGGING…

NEVER STOP LEARNING & DOING…