Nulis tentang Persela ? Otomatis.

Samsul Arif, rekrutan anyar Persib, yang menyandang gelar penyerang terbaik di Indonesia saat ini, pernah berseragam Persela. I Gede Sukadana, pemain tengah Bali United yang mencetak gol spektakuler ke gawang Persija saat Piala Bhayangkara 2016 kemarin, juga pernah membela klub Persela. Fabiano Beltrame, bek kokoh dan kerap mencetak gol melalui sundulan atau tendangan bebas, juga adalah sosok yang pernah dikagumi publik Lamongan. Siapa juga yang tidak kenal dengan Gustavo Lopez ? Playmaker kelas wahid ini pernah berbaju Persela. Masih banyak nama lagi yang perlu disebutkan; Mahyadi Panggabean, Marcio Souza, Hendro Siswanto … (silahkan isi lagi dengan nama-nama yang anda ingat. Saya mentok).

Memang nama-nama yang saya sebutkan di atas, jauh lebih sedikit dibanding deretan nama-nama mentereng yang pernah berseragam Persib, Persija, PSM, PSMS, Arema dan klub kelas atas yang lainnya, tapi Persela tetaplah menjadi bahan pembicaraan di kalangan pecinta bola lokal, apalagi jika lagi di tongkrongan, anda melemparkan nama “Choirul Huda” sebagai topik obrolan, sudah dipastikan nama kiper Persela itu akan dibombardir puja-puji atas kehebatannya di bawah mistar gawang dan kesetiaannya yang selevel dengan Totti di AS Roma.

Berikut ini, saya buatkan infografis (apa itu infografis ? cari sendiri di Google. Saya jadi ragu, apakah desain saya ini termasuk dalam kategori “infografis” ? pfffttt) mengenai kiper kebanggan kota Lamongan ini.

Semua data diraih dari ubek-ubek Google. Bukan dari Litbang Kompas, Bola atau Top Skor. Semoga ngga salah-salah amat data-datanya.

Selama masih ada Choirul Huda, Persela masih aman lah dari zona degradasi. Sejak promosi ke Divisi Utama pada 2004, Persela masih bercokol di kompetisi bola teratas di negara ini. Lalu, ada siapa lagi di Persela tahun 2016 ini ? Sosok yang sepertinya akan menjadi kunci sukses lainnya adalah Zulvin Zamrun. Di dalam postingan Instagram Persela, Zulvin tak lagi diposisikan sebagai bek kanan (posisi Zulvin di PBFC), tapi sekarang berpindah posisi menjadi pemain tengah. Posisi yang menurut saya ngga salah, bagus sekali untuk Zulvin, karna dia mempunyai stamina yang mantap dan skill sebelas-dua belas dengan Zulham Zamrun (saudara kembarnya). Dengan modal yang bagus itu, saya yakin Zulvin akan berkontribusi positif bagi Persela. Malahan, gol yang ia koleksi, akan lebih banyak dari striker Persela, Dzumafo.

Skuad terkini. April 2016.

Persela merekrut pelatih dan beberapa pemain asing. Langkah yang bagus, meskipun saya masih berharap agar Iwan Setiawan kembali lagi menangani tim ini. Terlepas dari banyak nama pemain lokal yang masih asing di telinga, saya masih percaya klub ini ngga bakal babak belur di ISC 2016. Saya masih ingat, Arema di turnamen lalu, ngga bisa menang lawan Persela. Mati kutu.

Kelemahan yang kini menonjol dari klub ini terletak pada sosok Victor Pae. Dia memukul wasit Kusni setelah diganjar kartu merah, juga mendapat sanksi didenda Rp 100 juta. Didik Ludiyanto, asisten pelatih Persela, berkata ”Apapun alasannya pemain memukul, tidak boleh seperti itu.” Sosok Didik yang saya ingat adalah selalu ngomong “otomatis”, jadi ciri khas dalam setiap obrolan. Haha.

Asisten pelatih itu melakukan pembicaraan kepada Victor agar lebih kalem. “Saya ajak bicara dari hati ke hati dulu. Ini latah atau watak. Karakter seperti ini harus diubah pelan-pelan. Saya sudah katakan ke Victor, saya mau kejadian lawan Persegres sebagai yang terakhir, sebab itu merugikan diri sendiri dan tim. Semua dirugikan. Ini pelajaran buat semua pemain, bukan hanya Victor.”

Victor Pae dan Yanto Basna. Disorot karna suka esmosian di dalam pertandingan.

Semoga Victor Pae makin selow, makin berkontribusi positif kepada Persela, dan klub ini akan tetap disegani se-Indonesia. Otomatis.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.