6 Cara Ternak Ayam Petelur Rumahan Agar Menguntungkan
Berbisnis ayam petelur bisa dilakukan dengan skala besar maupun skala kecil. Untuk skala kecil ini bisa dimulai dari rumah dengan modal yang tidak terlalu besar. Ayam petelur memiliki karakteristik mudah stress dan mudah terkena penyakit, sehingga perawatannya harus baik dan benar supaya terhindar dari kerugian. Banyak yang memulai bisnis ayam petelur dengan skala kecil atau rumahan dimana lahan peternakannya berada di dalam rumah mereka sendiri. Bagi Anda yang ingin mencoba menggeluti bisnis ayam petelur di rumah, simak cara ternak ayam petelur rumahan berikut ini:
Pemilihan Bibit yang Berkualitas
Untuk ternak ayam petelur skala besar dengan yang rumahan ini memiliki persamaan dan perbedaan dimana persamaannya adalah harus tetap menggunakan bibit yang berkualitas. Bibit ayam petelur yang berkualitas ini lincah dan gesit. Selain itu memiliki mata bening, bulu kering dan halus dan juga suara yang nyaring. Jika bibit yang dipilih tidak berkualitas daya tahan hidup dari bibit ini pun rendah sehingga tidak bisa bertahan sampai masa panen tiba. Selain itu pilihlah bibit ayam petelur yang bobotnya normal tidak dibawah rata-rata.
Jumlah Bibit
Yang namanya skala rumahan tidak bisa disamakan dengan peternakan skala besar. Peternakan dengan skala besar ini bisa menampung bibit yang lebih banyak dibandingkan dengan yang rumahan. Anda harus bisa menyesuaikan lahan rumah yang akan dijadikan sebagai tempat ternak dengan bibit yang akan dipelihara. Jika lahan rumah sempit maka hanya sedikit saja bibit yang bisa diternakkan, namun jika luas maka akan banyak bibit yang bisa dipelihara.
Perawatan Bibit yang Benar
Ternak ayam petelur rumahan ini tergantung dengan bagaimana Anda merawat bibit tersebut. Banyak yang gagal dalam beternak ayam petelur dikarenakan perawatan bibit yang buruk. Oleh sebab itu sebelum menggeluti bisnis ayam petelur penting bagi Anda untuk memiliki ilmu atau skill tentang bagaimana cara merawat bibit ayam dengan baik dan benar. Contoh merawat bibit yang benar adalah dengan memberikan cairan glukosa supaya bibit tidak lemas dan lesu. Selain itu berikanlah kandang bibit yang ideal yang dilengkapi dengan cahaya dan juga brooder. Bibit juga tidak bisa terkena angin terlalu banyak karena bisa menyebabkan bibit mudah terkena penyakit.
Ukuran Kandang yang Ideal
Perbedaan ternak ayam petelur rumahan dengan yang skala besar adalah ukuran kandang yang disesuaikan dengan luas lahannya. Karena ayam petelur rumahan diternakkan di dalam rumah maka ukuran kandangnya berbeda dengan peternakan skala besar. Anda harus bisa menyesuaikan antara ukuran kandang tersebut dengan lahan rumah yang ada, jangan sampai karena pengukuran yang salah kandang tersebut menjadi tidak ideal untuk beternak ayam.
Pakan
Yang tidak boleh dilupakan dalam beternak ayam petelur skala rumahan adalah jenis pakan dan cara pemberian pakannya. Pakan ayam petelur ini berhubungan dengan produktivitas ayam. Jangan asal kenyang namun berikan pakan yang bernutrisi sesuai dengan periodenya. Setiap periodenya membutuhkan nutrisi yang berbeda sebagai contohnya periode starter dengan grower ini berbeda. Selain memperhatikan nutrisinya, Anda juga harus tahu bagaimana cara memberikan pakan yang baik dan benar. Tidak hanya nutrisi saja yang berperan dalam tumbuh dan kembang ayam namun pemberian pakan yang tepat pun juga sangat diperlukan.
Vaksin
Meski hanya skala rumahan, vaksin ini sangat diperlukan dalam beternak ayam. Ayam petelur yang diternakkan dengan vaksin jauh lebih sehat dibandingkan dengan yang tanpa vaksin. Banyaknya penyakit ayam petelur pun ada beberapa yang tidak bisa diobati sehingga pencegahan lebih baik dibandingkan mengobati.
Demikianlah cara ternak ayam petelur rumahan yang baik dan benar, semoga informasi ini bermanfaat.