Apa itu SAD

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan kecemasan secara menyeluruh yang ditandai dengan ketakutan saat berhadapan dengan orang banyak atau tempat baru.

Ketika saya harus bertemu dengan orang lain terkadang selalu ada rasa deg-degan, jantung berdebar, keluar keringat dingin, dan gugup. Ada yang parah sampai saya tidak ingin keluar rumah sama sekali, ketika sudah jauh dari rumah merasa takut , ga’ nyaman dan seperti gejala diatas.

Sebab utama dari penderita phobia sosial seperti saya kebanyakan karena terkadang dia merasa tidak aman, merasa sendirian, merasa tidak ada yang melindungi. Kebutuhan dasar pertama dari manusia setelah kebutuhan fisik, yakni rasa aman tidak terpenuhi. Hal ini bisa disebabkan karena waktu kecil pernah diancam ditinggal pergi oleh orangtuanya, terutama ibu. Atau mungkin di bully oleh teman-temannya, atau bisa jadi waktu kecil mengalami ketakutan yang sangat karena menyadari di sekeliling dia tidak ada siapa-siapa.

Karakteristik SAD

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM III), phobia social ditandai dengan ciri utama ketakutan yang sifatnya menetap, irasional, yang memaksakan individu menghindari situasi-situasi yang membuat individu tersebut merasa malu diperhatikan oleh orang lain. Pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) pada gangguan ini ditekankan pada rasa ketakutan tersebut secara berlebihan dan dengan alasan tidak masuk akal. Berikut rincian ciri fisik dan kognitif phobia social yang saya kutip dari beberapa sumber di Internet, antara lain :

1) Fisik
· Gemetar pada tangan dan kaki, seperti tremor ketika kecemasan meningkat yang juga disertai gemetar pada saat berbicara
· Berkeringat terutama pada tangan
· Rasa cemas secara berlebihan yang ditandai dengan adanya serangan panic
· Meningkat ketegangan pada otot, ditandai mudah pegal
· Ingin buang air kecil dalam waktu singkat
· Sering sakit kepala
· Mudah merasa lelah
· Rasa sesak di dada
· Pusing

2) Kognitif
· Rasa takut terhadap penilaian orang lain, takut dikritik.
· Selalu berpikir negatif, beranggapan bahwa orang lain menilai buruk tentang dirinya.
· Kesulitan menemukan ide-ide baru dan cenderung tidak mampu berpikir secara jernih terhadap permasalahan yang dihadapinya.
· Mengisolasi diri
· Merasa dirinya lemah, bodoh dan selalu merasa khawatir.
· Merasa dirinya selalu dilihat oleh orang lain.
· Rasa takut untuk melihat atau bertemu orang asing.
· Merasa dirinya tidak mampu berkompetisi dan berperilaku sebagaimana orang lainnya.
· Menghindari kerumunan atau kumpulan orang ramai/keramaian tertentu saja.
· Ketakutan untuk tampil di depan orang lain atau publik.

Penanganan

Dari informasi yang saya dapatkan, penderita phobia sosial dapat kembali menjadi normal setelah menjalan terapi secara rutin yang tidak terputus. Penderita phobia social atau SAD harus menjalani tes diagnostik terlebih dahulu untuk menentukan diagnosa awal, dengan melihat skor yang diperoleh dari Clinical Global Impression Scale (CGI), Fear of Negative Evaluation Scale, atau Social Avoidance and Distress Scale. Treatment di dalam terapi diberikan untuk penderita SAD yang paling sering dikenalkan adalah cognitive-behavioural therapy. Dalam terapi yang dilakukan oleh psikolog, dalam cognitive-behavioural therapy klien diberikan ketrampilan bersosialisasi (social skills training) yang dapat dilakukan secara berkelompok atau group (self-help group), latihan dalam mengekspresikan rasa cemas secara tepat dan bagaimana mengontrolnya (exposure techniques), mengubah cara berpikir yang salah (cognitive restructuring techniques) dan teknik kombinasi exposure-cognitive restructuring.

Hal yang paling penting ditanamkan pada penderita phobia sosial adalah menyadari bahwasanya rasa takut (khauf) memang merupakan bagian dari ibadah hati. Akan tetapi, rasa takut yang dimaksud hanya takut kepada Allah SWT. Dan takut (khauf) dalam konteks ini menjadi syarat pembuktian keimanan seseorang.

“…janganlah kamu takut kepada mereka, tapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Qs.Ali Imran: 175).

Seorang muslim sudah selayaknya mengalihkan segala ketakutan (phobia) kepada yang positif. Sebab Allah telah berjanji akan selalu melindungi hamba-Nya, termasuk dari kecemasan maupun ketakutan, jika hamba itu mau beriman kepadanya dengan baik.

“Maka hendaklah mereka menyembah Rabb Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (Qs. Quraisy: 3-4).

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman sesama penderita SAD seperti saya dan semoga kita senantiasa dianugerahkan keimanan yang kuat dalam hati, khusnudzon dan dihindarkan dari rasa takut tak beralasan kepada sesama.