Industry 4.0 dan Society 5.0 by Gun Gun Febrianza

Gun Gun Febrianza
Nov 7 · 4 min read

Ada latar belakang yang kuat dari balik pembangunan Smart Pesantren Tahfidz Quran Al-Furqon, saya menyimpulkan ada dua faktor pendorong yaitu Industry 4.0 & Society 5.0.

Apa sih Industry 4.0 & Society 5.0?

Semua benang merah ini tersusun ketika saya sedang membaca buku berjudul Introduction to Business Karya Julian Gaspar, Leonard Bierman, James Kolari, Richard Hise dan L. Murphy Smith.

Di dalam buku tersebut terdapat terminologi yang disebut dengan New Economy. Apasih yang dimaksud dengan New Economy?

New Economy adalah economy dengan skala besar yang didorong oleh pengembangan teknologi informasi dan internet. New Economy disuatu negara akan melahirkan knowledge workers, masyarakat yang pekerjaanya membutuhkan pendidikan formal dan pelatihan khusus.

Term knowledge yang dimaksud adalah “using more brains than brawn” yaitu lebih banyak menggunakan otak daripada otot. Knowledge worker akan mendominasi tenaga kerja dimasa saat ini dan masa yang akan datang.

10–20 Tahun kedepan kita akan menghadapi fenomena Knowledge Economy. Dimana Knowledge Workforce akan mendominasi dunia pekerjaan menggeser Brawl Workforce.

Semua pekerjaan yang menggunakan otot akan digantikan oleh mesin otomatis yang disebut dengan Robotic Automation. Sehingga akan terjadi marjinalisasi besar-besaran pada kaum Brawl Workfoce. Pekerja yang didominasi oleh kaum blue-collar ini harus beradaptasi dengan lingkungan ekonomi yang modern. Sebagian dari mereka yang tidak mampu beradaptasi akan terkena seleksi alam.

‘Intelligence is the ability to adapt to change.’ — Stephen Hawking

Konsep Industry 4.0 ini sendiri berawal dari Jerman, yang bermakna Intelligent Industry atau Revolusi Industri ke empat. Fenomena munculnya Industry 4.0 di awali dengan terjadinya transformasi besar-besaran karena terdapat digitalisasi pada proses produksi disetiap lini industri. Pemanfaatan teknologi Internet of Things, Artificial Intelligence, dan sistem informasi yang lebih baik membuat sebuah industri menjadi lebih efisien.

Industri tersebut melahirkan Creative Destruction, Disruption, Continuous Growth dan Rapid Changes diseluruh dimensi. Sehingga setiap Business Model yang dimiliki oleh setiap industri harus terus berevolusi menghadapi perubahan agar dapat berkompetisi ditengah disruption.

Besarnya impaknya disruption mendorong Business Model Innovation (BMI) disetiap industry terus berkembang agar bisa memproduksi kualitas kehidupan yang lebih baik, melalui layanan dan produk yang berkualitas tinggi.

Namun selain Industry 4.0 saat ini terdapat sebuah paradigma baru yang dikenal dengan Society 5.0, sebuah konsep yang berfokus pada manusia itu sendiri bukan pada industri.

Paradigma The Society 5.0 dipromosikan oleh pemerintahan Jepang pada tahun 2014. Gagasan ini dibuat dengan mempertimbangkan masyarakat sebagai salah satu fokus utama, bukan industri.

Teknologi hanya dianggap sebagai katalis dan pendorong, Society 5.0 mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan membentuk sekumpulan masyarakat yang lebih cerdas. Society 5.0 menekankan manusia sebagai pusat perhatian dalam Industry 4.0.

Pada paradigma Industry 4.0 untuk membangun impak positif pada ekonomi yang diusung oleh Jerman terdiri dari 6 pillar :

  1. Digital Society
  2. Sustainable Energy
  3. Intelligent Mobility
  4. Healthy Living
  5. Civil Security
  6. Technology at Work

Industry 4.0 memanfaatkan information and communication technologies (ICT), internet, smartphone, microcontroller, internet of things, satellite, 5G, quantum computer, cryptocurrency dan sekumpulan teknologi powerful lainya untuk membentuk tatanan dunia masyarakat yang baru.

Paradigma The Society 5.0 yang diusung oleh Jepang berasumsi bahwa masyarakat sebelumnya dimulai dari beberapa fase yaitu

  1. The Age of Hunting,
  2. The Age of Agricultural,
  3. The Age of Industrial
  4. The Age of Information
  5. Dan kelima adalah integrasi semua yang berbasis online dengan offline, baik itu informasi, dunia cyberspace dengan tubuh yang kita miliki didunia nyata dengan cara yang sustainable.

Pada Industry 4.0 produksi ilmu pengetahuan dan kecerdasan dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan teknologi.

Pada Society 5.0 produksi ilmu pengetahuan dan kecerdasan dilakukan oleh mesin melalui Artificial Intelligence yang dikendalikan oleh manusia.

Sebuah fenomena yang disebut dengan AI Singularity (Technology Singularity) akan terjadi. Pertumbuhan eksponensial dibidang teknologi (Artificial Intelligence, Big Data, Robotics, Deep Learning, Machine Learning) akan memproduksi sebuah era baru dimana automation akan mengambil hampir sebagian besar kompetensi yang dimiliki oleh manusia termasuk cognitive skills.

Society 5.0 akan menjadi sebuah ekosistem yang menyediakan sustainability diseluruh level PEST (Politic, Economic, Social & Technology), dengan fokus pada manusia dan nilai yang dapat dibangun.

Untuk mengadopsi konsep Society 5.0 agar bisa mendapatkan manfaatnya dimasa depan, diperlukan beberapa komponen utama seperti pemerintah, universitas, perusahaan privat dan masyarakat yang menjalankan strategi-strategi spesifik yang perlu didiskusikan dan dipublikasikan.

Kita harus mengingat nasihat yang dikatakan oleh pahlawan dan inspirasi para pemuda indonesia saat ini, “Selama kita hidup, kita harus mempersiapkan masa depan generasi bangsa yang akan hidup sampai beberapa puluh tahun yang akan datang”. Almarhum Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie.

Latar belakang inilah yang membawa saya terinspirasi untuk memberi nama Smart Pesantren, agar generasi yang dicetak mampu menghadapi era masa depan yang penuh tantangan (Industry 4.0 & Society 5.0). Usulan nama inipun akhirnya mendapatkan izin dari pencetus ide pembangunan pesantren.

Ide awal pembangunan Pesantren ini diprakarsai oleh Dokter Jajang Sujana Mail, dr., Sp.An dan rekan-rekanya (Tim Farmer (Kang Azhie) & Architect (Raedi), yang kemudian mengundang saya & tim sebagai Tim yang berfokus dibidang Teknologi & IT.

Informasi Lengkap Smart Pesantren

smartpesantren.com

Youtube :

https://www.youtube.com/watch?v=VfakCRxO8Pw

Gun Gun Febrianza
Business Coach, Computer Scientist, Mathematician, Writer & Speaker.
Founder of Marketkoin Indonesia, Smart Pesantren, & Pinter Coding Indonesia

Gun Gun Febrianza

Written by

Founder Marketkoin Indonesia, Smart Pesantren & Pinter Coding

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade