Senja yang ungu

Aku yang disiksa rindu

Jarak tidaklah seluas mata ini memandang

Ia terbaring sendirian

Aku terhanyut dalam tidur yang tak tenang

Terjaga tiba-tiba

Melihat sekitar, tidak ada apa-apa

Selain rindu yang menjelma udara yang menyesakkan dada

Dan mata yang selalu mendamba jumpa