Senja yang ungu

Aku yang disiksa rindu

Jarak tidaklah seluas mata ini memandang

Ia terbaring sendirian

Aku terhanyut dalam tidur yang tak tenang

Terjaga tiba-tiba

Melihat sekitar, tidak ada apa-apa

Selain rindu yang menjelma udara yang menyesakkan dada

Dan mata yang selalu mendamba jumpa

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.