
Yogyakarta atau Jogja, terlalu banyak tempat sejarah dan wisata lainnya yang masih belum sempat aku kunjungi. Terkadang, mencari informasi tempat apa yang harus aku kunjungi saat di Jogja itu agak membuat diri sendiri bingung, apalagi ketika sudah buat itinerary namun di hari H tiba-tiba mengubah tujuan hehe
Museum Ullen Sentalu, aku saja baru dengar tempat ini. Museum ini adalah rekomendasi dari sahabatku yang sedang melanjutkan pendidikan di Jogja. Letak Museum ini ada di Wisata Kaliurang, pun aku baru pertama kali masuk ke wilayah Wisata Kaliurang ini. Setelah masuk Wisata Kaliurang, kalian akan menemukan petunjuk menuju Museum Ullen Sentalu. Lokasi tepatnya disini, jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta. Tiket masuk ke Museum Ullen Sentalu yaitu Rp. 40.000,00 per-orang (tiket dewasa).
Sesampainya di parkiran, aku dan sahabatku menuju ke pintu masuk Museum. Bangunan tampak luarnya keren banget dari segi arsitekturnya, mengingatkan pada NuArt Sculpture Park yang ada di Bandung.


Setelah mendapatkan tiket, kami mengikuti tour guide yang ada disana. Namun sebelum masuk ke dalam area museum, kami diingatkan untuk tidak mengambil gambar sembarangan, tapi kami bisa mengabadikan momen di tempat tertentu. Anggota tour kami saat itu tidak lebih dari 15 orang, jadi suasana sangat hening dan semua fokus mendengarkan penjelasan dari tour guide. Dengan adanya imbauan tersebut, membuat aku terkesan karena aku lebih fokus pada apa yang dijelaskan oleh tour guide, tidak melulu ingin memotret lukisan-lukisan yang ada di museum. Museum ini sangat private karena dahulu memang merupakan Museum pribadi, lahannya sangat luas dan sedikit mistis suasananya. Secara garis besar museum ini berisi tentang lukisan dan beberapa peninggalan sejarah Keraton Solo dan Yogyakarta. Kalau harus disebutkan satu per-satu jelas aku tidak sanggup, dimulai dari penjelasan susunan Sunan dan Sultan, juga banyak lukisan yang menggambarkan kehidupan dan perkembangan dari Keraton Solo dan Jogja.
Selesai di area lukisan Keraton Solo dan Yogyakarta, kami dibawa ke suatu ruangan untuk istirahat terlebih dahulu, dan kami diberi minuman semacam air manis yang diberikan setelah minum jamu. Tour pun dimulai kembali dan menuju ruangan yang penuh dengan puisi-puisi indah yang ditujukan kepada seorang putri, yaitu Putri Tineke. Puisi tersebut dikirim oleh saudara dan kerabat untuk menghibur Putri Tineke, alasannya kenapa ? Cari tahu sendiri di Museum Ullen Sentalu ya :)

Pindah ke ruangan selanjutnya, ruangan ini terdapat berbagai macam batik yang dipakai oleh Keraton. Dibalik motif-motif batik, ternyata menyimpan makna sendiri dan hanya boleh digunakan dalam acara tertentu saja. Kemudian kami menuju suatu ruangan dimana terdapat patung dengan pakaian pengantin wanita dari Keraton Solo dan Yogyakarta. Kalian tentu sudah pernah melihat bagaimana pakaian yang digunakan pengantin wanita dengan adat Solo dan Yogyakarta. Kami diberi penjelasan oleh tour guide makna dari masing-masing pakaian pengantin tersebut. Selain patung tersebut, terdapat sebuah lukisan Putri yang konon katanya jika melihat mata yang ada pada lukisan itu, maka mata itu akan mengikuti kita. Jelas aku tidak berani menatap mata yang ada di lukisan tersebut hehe Namun, mengapa bisa seperti itu ?Kalian tanya saja langsung ke tour guide di Museum Ullen Sentalu ya..

Relief Candi Borobudur yang terletak di luar ruangan museum dibuat miring karena menggambarkan minat generasi muda akan seni dan budaya Jawa berkurang. Sangat tertampar sekali dengan alasannya itu. Tapi aku senang karena bisa menyampaikan hal ini kepada kalian yang membaca, semoga kita bisa menjaga seni dan budaya daerah masing-masing ya meskipun kita hidup di zaman yang sudah sangat sangat berkembang ini.


Thanks for reading !
