Enak yah kalau kita bahagia terus, enak banget…

Hari Terbaik

Herry Andrii
Sep 5, 2018 · 4 min read

“Ya Tuhan, semoga hamba mu ini bisa jadi seorang mahasiswa tahun ini.Amin”. Itulah sebuah doa yang selalu saya panjatkan di hari-hari menunggu pengumuman SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguran Tinggi Negeri). Di dalam benak saya hanya terpintas ingin jadi Maba, ingin masuk kampus negeri, bukan swasta atau menganggur sekalipun.

Seperti kita tahu untuk masuk kampus negeri di Indonesia itu susah. Butuh perjuangan yang total. Apalagi kalau jalur yang kamu hadapi itu SBMPTN. Saya tak perlu menjelaskan apa itu SBMPTN, ataukah apa bedanya SBMPTN dan SNMPTN. Cuma yang ingin saya tekankan ialah jalur SBMPTN adalah jalur yang murni.Tidak ada istilah tambah-tambah nilai seperti di jalur sebelah. Hmmm you knowlah, apalagi jika punya kenalan atau bahkan keluarga sendiri yang jadi guru di Sekolah.

Entah mengapa yang tergambar tentang mahasiswa dalam pikiran saya adalah mahasiswa itu bebas,santai,dan berpenampilan keren. Yah, kalian bisa menebak ini ulah siapa? Jelas gambaran-gambaran tersebut lahir karena shitnetron-shitnetron di TV. Mereka dengan judul-judul alay nya berhasil membuat saya membayangkan bahwa kehidupan kampus itu penuh keceriaan. Dengan adegan berjalan di sekitar perpustakaan lalu menjatuhkan buku agar berserakan dan tunggu akan ada seorang wanita yang membantumu merapikan buku itu, lalu tak sengaja tanganmu akan menggenggam tangan wanita itu. Lalu kalian berkenalan, tukar nomor HP, terus jadian, menikah, dan bulan madu ke Timor Leste. Tai memang sinetron Indonesia.

Saya jadi tak sabar menunggu pengumuman seleksi PTN. Terlebih-lebih karena ekspektasi tadi tentang dunia kampus yang sudah digambarkan oleh beberapa shinetron di tv. Saya siap menyambut dunia kampus, saya siap menjatuhkan buku agar berserakan, saya siap menggenggam tangan mahasiswi yang membantu saya, intinya saya sangat siap, Jika Lulus. Jika tidak? mungkin hal yang pertama saya lakukan adalah menangis dan mengurung diri di kamar sambil mendengarkan lagu Waka-Waka Shakira 3 hari 2 malam.

Setelah sekitar 2 bulan menunggu sejak hari test, akhirnya hari pengumuman itu tiba juga. 3 Juli 2018,hari selasa,jam 16.00 WITA. Dipercepat 2 jam oleh panitia pusat, yang seharusnya hasil test keluar jam 18.00 WITA. Deg-degan tentu yang saya rasakan, saya takut hasil belajar saya selama ini sia-sia dan buntut-buntutnya mengecewakan orangtua.

Untuk menyambut pengumuman SBMPTN saya sudah siapkan hp dengan baterai yang full, serta paket data agar koneksi nya nanti lancar. 15 menit sebelum pengumuman saya pergi ke masjid dulu, minta doa agar diberi hasil yang terbaik oleh Allah SWT. Keadaan saat itu saya seperti manusia yang tak berdosa, Cuma menanti harapan, saya seperti manusia yang jika ditampar pun masih bisa memaafkan orang tersebut. Saya bijak sekali waktu itu.

Akhirnya sholat ashar selesai, saya duduk dulu sembari berdzikir dan doa. Saya menjabat tangan jamaah-jamaah di samping kiri dan kanan saya. Saya Cuma minta doa mereka waktu itu. Memberinya sebuah senyuman dan jabatan yang begitu erat. “Minta doanya yah”. orang-orang itu cuma tersenyum heran karena ucapan saya tadi. Mungkin dalam hatinya “ini orang napa yak? Pengen jadi nabi kali”.

Sesampainya dirumah saya melihat arah jam tepat pukul 15.00 WITA. Saya duduk di atas kasur dan mengambil hp saya. Saya melihat dulu ada sebuah notifikasi dari teman-teman di grup WA yang tentunya juga tak sabar menanti pengumuman. Saya tak sempat membaca pesan-pesan itu, karena tujuan saya Cuma ingin melihat hasil belajar saya yang sudah dimulai sejak oktober 2017 yang lalu. Saya masukkan nomor peserta saya serta tanggal lahir di situs pengumuman sbmptn. Dan hasilnya adalah..

Alhamdulillah saya keterima di SBMPTN,lolos di kampus yang diimpikan selama ini, dan kelak bakal menjadi kebanggan. Perasaan waktu itu cuma bisa menangis atas usaha saya selama ini yang cuma saya dan keluarga bisa merasakan dan sekilas seperti terbayarkan.

Saya langsung cari ibu waktu itu, dan nenek juga. Seketika saya yang jarang nangis akhirnya nangis juga :’). Saya meluk 2 wanita hebat itu karena berkat dia saya menjadi salah satu dari 860.001 peserta SBMPTN yang dinyatakan lolos. Alhamdulillah.


Saat ini tanggal 5 September 2018, saya sudah berada di Makassar. Sudah masuk pekan ke-3 perkuliahan. Saya sedang merantau untuk ilmu, jauh dari keluarga di Parepare. Saya rindu mereka ;’). Jadi anak rantau itu ternyata berat. Hidup sendiri, makan sendiri, apalagi di tempat sekarang saya tinggal ini tidak ada tv. Gimana kalau mau nonton shitnetron?? Ya allah

Saya menyempatkan menulis ini karena ingin membagikan sebuah kesan di hari terbaik yang pernah saya alami. Hari terbaik yang tuhan pernah berikan kepada saya sebagai ciptaan-Nya. Sebuah hari yang dimana saya dapatkan sebuah kebahagiaan berarti, air mata kebahagiaan yang jarang menetes akhirnya bisa saya rasakan. Hari itu saya peroleh bukan tanpa sebab, ada sebuah proses yang saya jalani sebelumnya. Hasil tak akan pernah menghianati usaha, sekarang saya percaya itu.

    Written by

    Sedang menjadi Mahasiswa di Universitas Hasanuddin

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade