Pendidikan Formal vs Sertifikasi Profesi

Saya pernah di tanya oleh mahasiswa apakah sebaiknya ia mengambil beberapa sertifikasi profesi atau melanjutkan sekolah.

Untuk yang punya pertanyaan yang sama ini jawaban saya.

Kalau punya keterbatasan uang dalam artian bukan uang berlebih, sebaiknya fokus saja mengambil pendidikan formal bukan sertifikat profesi, misal melanjutkan S2 apalagi tak ada niat untuk mandirikan atau membuat kantor dari sebuah sertifikasi yang di ambil.

Mengapa harus fokus pada jenjang pendidikan paling tidak proses belajar terstruktur dengan cost yang lebih murah anda dapat, basic keilmuan akan ada dapat secara kokoh. Gelar pendidikan jauh lebih permanen ketimbang gelar sertifikasi.

Sertifikasi profesi cukup anda ambil satu saja dan fokus tak usah banyak-banyak karena cost menjaga cukup tinggi, anggap saja satu profesi anda harus keluarkan min per tahun untuk mengejar SKPnya sebagai syarat mempertahankan sertifikat tersibut anda harus merogoh kocek sekitar Rp 8 juta, rata-rata sekarang ada yang punya dua profesi artinya setahun kurang lebih 16 jt rupiah dan dua tahun 32 jt rupiah, biaya ini hampir setara dengan kuliah S2. jadi dalam 4 tahun anda bisa mendapat proses pendidikan 2 kali S2.

Pertanyaanya anda memiliki sertifikasi profesi 2 buah dengan memiliki pendidikan master 2 kali mana yang lebih menjual dan di percaya orang. saya memberi gambaran ini ternyata berdasarkan pengalaman saya , diluaran sana di saat anda menjadi seorang konsultan selain skill menggambarkan jadi diri anda, ternyata Gelar pendidikan memiliki pengaruh yang besar ketimbang sertifikasi profesi.

ingat banyak gelar itu adalah BEBAN, beban moril dan beban uang.