“GOAL”

Apakah hanya saya, orang yang merasa bahwa “goal” hidupnya paling tidak layak untuk ditunjukkan ke orang lain?

Jujur, saya kagum dengan beberapa teman yang berani menuliskan dream list atau goal mereka dalam sebuah mind map yang dipajang terang-terangan di dinding kamar sehingga memungkinkan setiap orang mampu membacanya. Saya kagum dengan keterusterangan mereka, keblak-blakan mereka.

Selama ini, saya hanya berani menuliskan daftar mimpi dan rencana hidup saya dalam sebuah diary yang terjaga privasinya.

Namun, suatu pagi, semuanya berubah ketika dua baris teks yang masuk ke whatsapp saya. “Di, boleh saya tau goalmu? Supaya bisa saya mapping kan”, begitu redaksinya.

Respon saya waktu itu adalah, syok dan gemetar.. Saya sangat tidak siap. Bisa nggak saya diberi tugas lain saja, asal bukan membicarakan goal saya? Teriak saya dalam hati, namun tak mungkin saya ucapkan. Dalam kondisi itu, menolak permintaan beliau, berarti menghambat kemajuan tim, menolak bekerja sama, dan itu bukan sifat saya juga. Maka, mau tak mau, siap tak siap, saya beranikan diri untuk membocorkan goal hidup saya kepada mereka.

Ya Allah, saya hanya menulis apa yang saya ingin tulis, ingin melakukan seperti apa yang saya rencanakan. Jika ini adalah sebuah kebaikan dalam diri saya, semoga Engkau ridhai ya Allah, ya Rabb…

Membocorkan mimpi bagi saya adalah sebuah hal besar, karena hal itu ibarat saya menitipkan sebagian rahasia hidup kepada orang lain. Tentu saya sangat berharap, ia bisa menjaganya sebaik saya menjaga.

Namun, lagi-lagi sisi lain diri saya berbisik. “Nggak papa untuk keluar dari zona nyamanmu. Kamu hanya berbagi, tak menitipkan impianmu seluruhnya. Berprasangka baiklah, bahwa mereka yang kamu beri tahu goal hidupmu, adalah pribadi hangat nan tulus yang siap mendoakan dan memberi dukungan baik untuk hidupmu ke depan. Nggak papa, sekali-kali kamu harus percaya dgn orang lain. Belajar melihat secara positif uluran tangan orang lain”.

Ah ya, memang demikian.. Ketakutan, cemas, rasa insecure, masih ada dalam diri saya. Sebuah peer yang harus saya tuntaskan agar tak berkepanjangan menghambat kemaujuan diri saya di masa depan.

Semarang, 02 Oktober 2018