Setiap yang Bernyawa Akan Merasakan Mati

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ﴿٥٧﴾

57. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan (Qs. Al-’Ankabut:57)

Pagi ini, seperti biasanya, saya rutin membuka handphone untuk mengecek obrolan di whatsapp, browsing dan surfing, update berita terbaru, dan mencari topik lain yang sekiranya dapat menyegarkan otak saya.

Ketika saya membuka instagram, qadarullah, saya mendapatkan berita duka dari seorang anak kecil penderita kanker, yaitu ananda Fatkhur.

Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba mata saya menjadi berkaca-kaca. Ada sebagian hati saya yang merasa bersedih, namun juga ada sebagian hati saya mengucap takbir dan syukur. Innalillahi wa innailaihi raaji’uun.


Ananda Fatkhur Kurniawan, dalam usianya yang ke-11, Allah memanggilnya pulang. Setelah sekian lama diuji dengan sakit kanker, maasya Allah, ia sangat tabah.

Saya memang tak mengenalnya dengan dekat, namun melihat sorot wajahnya dalam gambar yang sempat diabadikan tim @purworejomengaji, sangat terihat bagaimana ekspresi kesabarannya. Mungkin, jika saya yang menjadi Fatkhur, saya tidak akan sekuat itu.

11 tahun, adalah usia aktif-aktifnya seorang anak. Masa-masa paling menantang, atau sering juga disebut dnegan istilah masa paling bandel-bandelnya anak. Tapi bagi Fatkhur, di masa itu adalah masanya untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah sekaligus masa penggugur dosa.

Di saat anak lain asyik bermain, berpetualang, menemukan hal-hal baru, Fatkhur harus bisa menekan keinginan itu dan menggantikannya dengan ikhtiar dan harapan sembuh. Karena kesembuhan adalah kunci untuk membuka gerbang cita-citanya.


Ananda Fatkhur, Allah memang tak membuka pintu gerbang kesembuhan, tapi Allah membukakan pintu yang lain. Pintu yang menghapus seluruh dukamu, mengobati segala sakitmu, mengantikan isak tangismu dengan senyuman. Selamat pulang kembali, Fatkhur. Semoga perjuanganmu menjadikan buah yang manis untuk dipetik. Menjadikan jalan untuk menuntun Bapak dan Ibumu ke surga. Bagaimanapun, mereka adalah malaikat penolong yang paling setia di sisimu.


Maka Fatkhur terima kasih untuk setiap pembelajaran yang kamu berikan kepada saya. Kepada pembaca semua. Doa dan bantuan yang disalurkan kepadamu, adalah tanda cinta dari segenap saudaramu di segala penjuru. Mereka peduli padamu, dek. Maasya Allah.


Selamat jalan Fatkhur, selamat berpulang, selamat istirahat dengan tenang..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu..

Semarang, 07 Agustus 2018.