Komunikasi Produktif
Hari ke-1
Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu saya dapet materi bunsay yang pertama, yaitu komunikasi produktif. Isinya kaidah-kaidah berkomunikasi, mulai dari dengan diri sendiri, dengan orang dewasa (termasuk pasangan), dan anak. Wah, ini bakal bermanfaat banget buat saya yang cara berkomunikasinya masih butuh banyak perbaikan. Paling nampol sih yang bagian “I’m responsible for my communication results”, soalnya saya kalau habis menyampaikan sesuatu langsung merasa beres aja, jarang merhatiin respon lawan bicara, paham apa ngga. Tobat, maryam, tobat.
Hari ini saya mulai mempraktekkan kaidah-kaidah yang saya pelajari tersebut. Saya coba mempraktekkannya untuk berkomunikasi dengan anak saya, Ilma, yang saat ini berusia 2 tahun. Hari ini saya coba untuk fokus ke kaidah “jelas dalam memberikan pujian/kritikan”.
Berikanlah pujian dan kritikan dengan menyebutkan perbuatan/sikap apa saja yang perlu dipuji
dan yang perlu dikritik. Bukan hanya sekedar memberikan kata pujian dan asal kritik saja.
Sehingga kita mengkritik sikap/perbuatannya bukan mengkritik pribadi anak tersebut.
Saya sering memuji Ilma hanya dengan bilang “Ilma hebaaat”. Tadi saya coba perjelas tentang perbuatan apa yang perlu dipuji. Ini percakapan setelah dia membantu saya menyalakan kipas angin,
Saya: Wah Ilma hebat, sudah bisa bantu Ibu menyalakan kipas angin. Makasih yaaa
Ilma: Ilma bisaa
Ilma kelihatan lebih bangga dibanding ketika saya cuma bilang Ilma hebat. Alhamdulillah ❤❤❤
Bagian yang kritikan pun saya praktekkan, tapi kurang berhasil karena Ilma tidak merespon 😂😂 Nampaknya kritikannya terlalu panjang, deh. Bismillah, semoga besok bisa lebih baik.
