Ajari Tiga Olahraga

Berikut adalah percakapan di seputar Monas pada Jumat malam, sembari melihat dimulainya acara countdown Asian Games.

Kamu suka olahraga dik? Tanya sebelah saya, seorang bapak yang kurus.

Suka menikmati alias melihatnya pak, tapi jarang melakukan.

Dalam kehidupan ayo ajari diri dan keluarga mu tiga hal dik, katanya melanjutkan.

Pertama berkuda. Bukan untuk gagah-gagahan pada orang lain. Tapi untuk belajar menjaga keseimbangan badan saat banyak gejolak dalam perjalanan. Apapun goncangan tetap bisa melaju dengan mantap. Kuda hanyalah kiasan untuk menggambarkan tantangan keseimbangan yang harus dipelajari dan dilewati sampai tujuan.

Yang kedua adalah berenang. Kamu mempelajari bagaimana hidup di antara kebebasan menghirup udara bernapas dan mengatur napasmu saat dibawah permukaan air. Semua anggota tubuh dikoordinasikan untuk hasilkan gerakan harmoni agar tujuan bisa tercapai, apapun kondisinya, baik saat dalam kemudahan ataupun saat kesusahan.

Berikutnya adalah memanah. Untuk mencapai target apapun diperlukan kemampuan untuk bisa fokus. Fokus pada sasaran dengan memerhitungkan segala yang memengaruhi seperti arah angin, sudut lontar dan banyak lagi. Semua ada hitungan yang jelas dan disanalah kamu belajar banyak. Panah juga hanya kiasan untuk tujuan yang lebih tajam dari mata panahnya.

Saya meneruskan makan nasi goreng gerobak sambil melihat keindahan Monas dan mengunyah kata-kata dari bapak tadi.

Udah ya dik, saya mau ke panggung dulu, ada anak panah yang harus saya lontarkan.

Mari pak, terimakasih atas wejangannya.
Semoga bapak sehat-sehat selalu dan badannya bisa gemukan dikitlah. Percayalah, ini doa yang tulus, pak.

Seputaran Monas, 18 Agustus, malam.