mobil kodok hijau menatap kosong dari balik jendela
mengapa kau bersedih, tanyanya
aku tidak sedih, jawabku
aku bisa merasakan sedihmu, sanggahnya
mengapa mobil kodok disebut kodok, tanyaku
karena kami mirip kodok, jawabnya
mengapa kamu mengira aku bersedih, tanyaku
aku bisa merasakan sedihmu, tegasnya
mengapa yang satu bisa terbelah,
mengapa yang terbelah bisa bersatu,
mengapa rambut harus memutih,
mengapa manusia lahir
mengapa manusia mati
tidak tahu, jawabnya
aku tidak bisa terbelah dan menyatu
aku tidak punya rambut, namun catku sewaktu-waktu bisa pudar
namun, tinggal dicat saja; bukankah kalian juga begitu?
aku diam
aku tidak lahir dan juga mati, lanjutnya
tetapi aku akan rusak, dilupakan, namun tercipta kembali
aku diam
akankah aku tercipta kembali?
