Menyempurnakan proses checkout pada aplikasi mobile

Pada 24 Agustus saya berkesempatan untuk mengikuti event Google Play mobile commerce partners day. Event ini dihadiri oleh pelaku e-commerce di Asia Tenggara, seperti Go-Jek, Lazada, Carousell dan Alibaba.

Selain presentasi dari para pemain besar e-commerce, berlangsung juga roundtable discussion dimana para peserta yang sebagian besar terdiri dari Product Manager, UI/UX Designer dan Marketing Manager melakukan diskusi mengenai beberapa topik mengenai mobile commerce.

Salah satu topik yang dibahas adalah improvisasi proses checkout di mobile device. Berikut adalah hasil roundtable discussion tersebut.

Keep it simple

Semua peserta diskusi sepakat simplicity adalah kunci dalam memberikan pengalaman proses checkout yang baik. Jangan meminta user untuk melakukan hal yang tidak diperlukan. Contohnya salah satu aplikasi travel telah berhasil mengurangi jumlah kolom yang harus diisi dengan cara menghilangkan pilihan tipe kartu kredit. Pada saat pengguna memasukkan nomor kartu kredit, tipe kartu langsung dapat diidentifikasi lewat 6 digit pertama yang merupakan Issuer Identification Number.

Tidak mewajibkan pengguna untuk login juga masih menjadi pilihan para pelaku mobile commerce untuk menyederhanakan proses checkout.

Credit: https://dribbble.com/balapa

Reuse and pre-populate

Sebisa mungkin isikan secara otomatis kolom yang ada di halaman checkout dengan memanfaatkan data transaksi sebelumnya. Simpan data kartu kredit pengguna secara aman atau tawarkan metode pembayaran yang sama seperti transaksi sebelumnya. Hal ini sangat baik untuk diterapkan terutama untuk layanan yang menyediakan beragam metode pembayaran.

Step-by-step approach

Menggunakan satu halaman saja untuk keseluruhan proses checkout dapat menyulitkan sebagian pengguna. Membagi proses ke dalam beberapa langkah yang “clear” dan “simple” merupakan cara yang lebih baik. Dengan ini pengguna akan lebih mengerti tahapan checkout yang sedang ia lakukan dan mendorong pengguna untuk melanjutkan flow checkout.

Step checkout di elevenia

Provide reassurance about security

Selain dengan memberikan petunjuk yang jelas, adanya “tanda” bahwa proses pembayaran menggunakan industry standard security dapat membantu meningkatkan conversion rate.

Secure badge di Lazada.

Native vs. Hybrid

Secara umum peserta diskusi berpendapat bahwa checkout flow. yang konsisten menggunakan native app — bukan menggunakan payment gateway dalam tampilan webview — lebih disukai oleh pengguna.

Provide help and guidance

Gunakan semua cara yang tersedia, seperti onboarding flow, video dan blog — untuk mengedukasi pengguna cara menyelesaikan proses checkout. Pastikan juga pengguna mengerti metode pembayaran yang tersedia. Pembayaran tunai (COD, pembayaran di minimarket) masih dominan di Asia Tenggara dan pembayaran elektronik sangat beragam. Jadi pastikan pengguna yang sudah memulai proses checkout tidak terhenti pada saat pembayaran.

Be prepared to accommodate different payment method

Flow checkout untuk pasar Asia Tenggara pada umumnya sama, namun langkah pembayaran dapat berbeda tergantung pada metode pembayaran yang tersedia pada masing-masing-masing negara. Karena metode pembayaran yang beragam, persiapkan aplikasi Anda untuk menyediakan banyak pilihan pembayaran — dimana hal tersebut dapat mengurangi simplicity.

Walaupun tidak menjadi pilihan bagi semua peserta diskusi, salah satu peserta dari Vietnam menyampaikan bahwa isi saldo belanja menggunakan pulsa berpengaruh pada peningkatan transaksi.

Test your checkout flow with user

Walaupun sebagian peserta diskusi merasa A/B testing pada checkout adalah kontraproduktif karena memakan banyak waktu, pada umumnya mereka sepakat bahwa A/B testing dibutuhkan apabila terdapat update pada halaman checkout. Hal ini penting untuk memastikan user dapat menyelesaikan checkout tanpa hambatan.

Metode “staged rollout” juga sangat direkomendasikan, karena memungkinkan pengembang aplikasi untuk menemukan hal-hal yang terlewat pada saat testing sebelum update tersebut dirilis ke semua user.