Winne Wirvanda
Sep 8, 2018 · 1 min read

Ada lelah yang teramat sangat di wajahmu.

Selalu kulihat itu di saat kepulanganmu,

Kepulanganmu ke rumah sejak engkau berusai 1/2 abad.

Seolah sejak hari itu rumah yang kau tuju hilang, tak ada artinya.

Padahal, pulang ke rumah itu sudah kau lakukan sejak 30 tahun yang lalu.

Lalu ku lihat lagi kebiasaan barumu.

Kau selalu duduk di kursi itu,

Kursi tua itu.

Menatap kosong dengan pikiran penuh

Entah apa yang kau pikirkan.

Jangan seperti itu..

Wajah lelahmu menjadi beban di pundakku.

Berat sekali untuk usiaku yang begitu belia.

Tapi malam itu, ingin rasanya ku duduk di sampingmu, bertanya padamu,

Apa arti hidup bagimu?

Namun, aku rasa jawaban kita berdua sama,

Ia, yang tak akan pernah kembali.

    Winne Wirvanda

    Written by

    A home searcher

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade