Gerak Angin — #CBMG17 Satria’s POV

Namanya gerak angin. Yang membentang dengan gagah hingga mampu menyibakkan bangunan yang kokoh.
Namanya gerak angin. Yang kadang permisi kadang tidak. Berhembus keluar menuju segenap sudut bumi.
Namanya gerak angin. Transparan namun berkekuatan.

Hai, aku Satria. Mungkin kalian sudah lama mengenalku dengan sebutan Mas Ganteng? Abaikanlah. Dia adikku yg terobsesi dengan ciptaan-Nya yang ganteng. Berhubung masih jomblo, jadi aku sebagai kakaknya yang kena sasaran.

Hari ini dia sedang mengurus perjalanannya ke Korea lanjut Jepang. Disana dia telah berkerjasama dengan Islamic Centre untuk mengadakan semacam festival Islami ala ala Korea dan Jepang. Obsesinya tinggi ternyata.

Hei, kalian pernah mendengar tentang cerita angin? Semakin tinggi pohonnya, semakin kencang angin yang menerpanya. Bisa begitu? Tentu. Bayangkan saja bagaimana kenyataannya. Aku, Satria ganteng--eh, maksudnya Satria aja, akan menjelaskan tentang Gerak Angin dalam kehidupan manusia.

Menurut KBBI, angin adalah

Sebuah gerakan udara. Udara yang tidak terlihat, namun memiliki kekuatan yang tidak kita duga kedahsyatannya. Ada yang menyejukkan — membawa sepoi-sepoi udara dingin pertanda hujan. Ada pula angin super kencang yg menerbangkan apapun tanpa terkecuali.

Angin adalah kekuatan yang tidak terlihat. Angin adalah sebuah refleksi tentang bagaimana tangan-tangan Allah bergerak di muka bumi. Saat manusia tidak lagi menemukan kuasa tertinggi atas dirinya, maka saatnya manusia kembali mau mencari secercah petunjuk untuk memenuhi kebutuhan penghambaannya.

Angin dalam kehidupan. Semakin tinggi engkau dari permukaan bumi, semakin kencang angin yg bertiup. Semakin derajat tinggi engkau di hadapan Allah, semakin kencang pula ujian atas derajat imanmu menerpa.

Hei, kau percaya? Ya, buktikan saja. Selain ujian, godaan syetanpun tidak akan kunjung berhenti menghantammu.

Begitu sekiranya Gerak Angin dalam kehidupan. Namun, semakin tinggi derajat kedudukan kita di hadapan Allah, semakin dekat pula seharusnya kita pada tumpuan Yang Maha Kuat, yaitu Allah subhanahuwata’ala. Tapi, tahukah engkau sebarapa tinggi derajatmu di hadapan Allah? Kenalilah melalui posisi Allah di dalam dirimu. Diriku? Haaah.

"Kak Satria lagi ngomong sendiri?"

"Lah udah pulang?"

"Gitu deh. Sedikit ini yang diurus."

"Sini deh, dik. Kakak lagi bahas gerak angin di dalam kehidupan. Kalau adik sendiri mau jelasin apa tentang angin?"

"Wah aku sih gimana Allah. Ada nih kak."

"Selama ini kita disuguhkan tentang kekuatan yg berasal dari benda mati, tapi tidak diarahkan darimana sih datangnya kekuatan itu?"

"Huwaaa adik keren."

"Mas udah deh. Allah Yang Keren."

The higher you go, the greater you get.

Seperti posisi Islam saat ini. Semakin dekat dia mencapai kejayaan, semakin banyak pula hujatan, fitnah dan cacian yang ditujukan kepadanya. Bukankah tanda-tanda kemenangan itu semakin terasa? Padahal kemaksiatan merajalela dengan gamblangnya.

Semoga dibalik semua kejadian hari ini, membuat kita semua sadar akan ketinggian Islam di muka bumi.

Hai, salam. Mas Ganteng — eh, Satria.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.